Penyelidikan Dugaan Rasisme dalam Laga Benfica vs Real Madrid

SOROTJATIM.COM – Sebuah peristiwa kontroversial terjadi saat laga antara Benfica dan Real Madrid dalam babak play-off Liga Champions. Peristiwa ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang sikap klub terhadap rasisme, serta respons dari pelatih Benfica, Jose Mourinho.

Peristiwa yang Menggemparkan

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Da Luz pada 17 Februari 2026, Vinicius Junior, pemain Real Madrid, mengalami dugaan penghinaan rasis dari Gianluca Prestianni, gelandang Benfica. Setelah mencetak gol pada menit ke-50, Vinicius melakukan selebrasi dengan berdansa di bendera sepak pojok. Pada saat itu, Prestianni mendekati Vinicius dan menutup mulutnya sambil mengucapkan sesuatu yang membuat Vinicius dan Kylian Mbappe marah.

Respons dari Pelatih Benfica

Jose Mourinho, pelatih Benfica, memberikan tanggapan terkait insiden ini. Ia menyatakan bahwa Benfica bukanlah klub rasis. Menurut Mourinho, hal seperti ini sering terjadi ketika Vinicius bermain bersama Real Madrid di stadion mana pun.

“Ada yang salah karena hal itu terjadi di setiap stadion. Di stadion tempat Vinicius bermain, sesuatu selalu terjadi,” ujarnya.

Mourinho juga menyatakan bahwa ia tidak percaya pada satu pihak atau yang lain, meskipun ada perbedaan cerita dari Vinicius dan Prestianni. Ia menegaskan bahwa para pemain mampu melakukan hal-hal indah, tetapi Vinicius harus lebih hati-hati dalam merayakan gol.

Reaksi dari Pemain Real Madrid

Vinicius Junior mengecam tindakan yang dilakukan oleh Prestianni. Ia menganggap bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk rasisme. Sementara itu, Kylian Mbappe juga turut merasa tidak nyaman dan memilih untuk meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes.

“Pemain seperti Vinicius memiliki hak untuk merayakan gol dengan cara yang pantas. Ketika Anda mencetak gol seperti itu, Anda merayakannya dengan cara yang penuh hormat,” tambah Mourinho.

Komentar dari Pihak Berwenang

Ketua Federasi Sepak Bola Portugal (CBF), dalam pernyataannya, menyampaikan kekecewaan terhadap insiden ini. Ia menegaskan bahwa tindakan rasisme tidak akan diterima dalam olahraga sepak bola.

“Kami sangat prihatin dengan insiden ini. Kami akan segera mengambil langkah-langkah tegas terhadap siapa pun yang terlibat,” ujar CBF.

Tindakan Wasit dan Protokol Anti-Rasisme

Wasit dalam pertandingan tersebut mengaktifkan protokol anti-rasisme setelah aduan dari Vinicius. Meski pertandingan sempat dihentikan, akhirnya laga dilanjutkan dan Real Madrid berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 1-0.

Insiden ini menjadi peringatan bagi seluruh klub dan pemain sepak bola bahwa rasisme tidak boleh dibiarkan terjadi. Dengan adanya protokol anti-rasisme, diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi semua pemain, baik mereka yang berkulit hitam maupun putih.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *