SOROTJATIM.COM – Menyambut bulan suci Ramadan, banyak umat Muslim melakukan berbagai persiapan baik secara spiritual maupun fisik. Salah satu tradisi yang sering dilakukan adalah mandi wajib sebelum memasuki hari pertama puasa. Tradisi ini dikenal dengan nama padusan, terutama bagi orang-orang yang ingin memulai bulan Ramadan dalam kondisi yang suci dari hadas besar.
Mandi wajib tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan yang penuh berkah, tetapi juga penting agar seseorang bisa menjalankan ibadah seperti shalat, membaca Al-Quran, dan aktivitas lainnya dengan lancar tanpa hambatan. Meski mandi wajib bukan syarat wajib agar puasa sah, banyak ulama menyarankan untuk melakukannya jika seseorang dalam kondisi junub atau hadas besar.
Kapan Mandi Wajib Harus Dilakukan?
Mandi wajib dilakukan bila seseorang mengalami hadas besar. Beberapa situasi yang memerlukan mandi besar antara lain:
- Mengeluarkan air mani, baik karena bermimpi basah maupun alasan lainnya.
- Melakukan hubungan suami istri.
- Selesai haid bagi perempuan.
- Selesai nifas setelah melahirkan.
- Memasuki agama Islam, menurut pendapat sebagian ulama, dianggap sebagai cara untuk membersihkan diri.
Meski mandi wajib bukan syarat wajib dalam berpuasa, banyak orang Muslim memilih melakukannya lebih dulu agar merasa lebih tenang ketika memasuki hari pertama bulan Ramadan.
Langkah-Langkah Tata Cara Mandi Wajib
Mandi wajib bukanlah mandi biasa. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan secara berurutan agar mandi tersebut dianggap sah menurut aturan syariat. Berikut langkah-langkahnya:
- Bacalah niat mandi wajib sebelum masuk ke kamar mandi atau ketika akan memulai mandi.
- Cuci tangan kanan dan kiri masing-masing tiga kali.
- Bersihkan bagian belakang, kemaluan, serta area yang mudah kotor seperti ketiak, perut, dan sela jari kaki menggunakan tangan kiri.
- Cuci kembali kedua tangan hingga benar-benar bersih, kamu bisa menggunakan sabun.
- Berwudu sebagaimana wudu untuk shalat.
- Rambut dicuci dari akar hingga ujung secara merata.
- Guyur air di kepala tiga kali sampai seluruh bagian kepala basah.
- Siramkan air ke bagian tubuh kanan tiga kali, lalu lanjutkan ke bagian tubuh kiri juga tiga kali.
- Pastikan area lipatan kulit seperti bagian belakang telinga, leher, dan sela-sela tubuh juga tidak luput dari pembersihan.
- Lanjutkan mandi seperti biasa hingga seluruh tubuh benar-benar bersih.
- Sebelum keluar dari kamar mandi, disarankan untuk berwudu kembali seperti saat berwudu sebelum shalat.
Niat Mandi Wajib
Ada dua cara mandi yang bisa dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadan, masing-masing dengan tujuan yang berbeda. Untuk yang ingin mandi sunnah agar bisa menyambut datangnya bulan Ramadan dan tidak sedang dalam keadaan berhadas besar, berikut bacaannya:
Niat Mandi Sunnah Sebelum Ramadan:
نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى
Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhona lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.”
Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan untuk yang berhadas besar:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta’ala.”
Niat ini dilafalkan tepat ketika air pertama mulai disiramkan ke tubuh.
Doa Setelah Mandi Wajib
Rangkaian mandi wajib akan lebih sempurna jika ditutup dengan doa setelah keluar dari kamar mandi. Berikut bacaannya:
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina.
Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba sekaligus utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku bagian dari orang-orang yang senantiasa bertobat, dan jadikanlah aku pula termasuk golongan orang yang selalu menjaga kesucian diri.”
Doa ini adalah bagian akhir yang indah dari seluruh proses membersihkan diri. Membacanya bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi merupakan pengakuan bahwa kebersihan batin harus sejalan dengan kesiapan hati untuk menyambut Ramadan yang mulia.***




