SOROTJATIM.COM – Terry Putri, seorang artis ternama di Indonesia, memiliki kehidupan yang sangat berbeda ketika ia berada di Amerika Serikat. Di negara ini, ia tidak hanya menjalani kehidupan sebagai selebriti, tetapi juga sebagai warga biasa yang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Di Indonesia, Terry dikenal sebagai sosok yang sukses dalam dunia hiburan. Namun, saat ia dan suaminya, Derly Darmawan, tinggal di Amerika Serikat, kehidupan jauh lebih sederhana. Ia tidak ragu untuk bekerja sebagai kurir pengantar makanan demi membantu perekonomian keluarga. Bahkan, ia mengemudikan mobil sendiri untuk mengantarkan pesanan ke pelanggan.
Selama bulan Ramadan, tantangan terbesar yang dihadapi Terry adalah menjaga prinsip agamanya. Ia sangat selektif dalam memilih orderan makanan yang akan dikirimkannya. Ada rasa takut jika ia harus mengantarkan makanan non-halal, terutama karena sedang berpuasa.
“Aku mesti milih yang dianter nih non halal apa enggak. Gitu kan puasa, gue ngga berkah lagi gue puasa atau nganter babi ya gak sih,” ujarnya.
Kehidupan di Amerika Serikat memaksa seluruh anggota keluarga untuk menjadi lebih produktif. Suami Terry, Derly Darmawan, bahkan harus melakukan dua pekerjaan sekaligus untuk bertahan hidup. Anak sambungnya yang baru berusia 14 tahun pun sudah dituntut untuk mandiri dan bekerja.
“Suami harus double income, jadi dia harus kerja utama, sama dia juga kerja di bengkel pas weekend,” jelas Terry.
Di negara tersebut, tidak ada istilah santai. Semua orang harus bekerja keras untuk mencari nafkah. Terry menegaskan bahwa di Amerika, semua orang dianggap sebagai orang biasa.
Kehidupan di Rumah dan Pekerjaan Sebagai Kurir
Di rumah, Terry tidak memiliki asisten rumah tangga (ART). Ia harus menyelesaikan pekerjaan rumah tangga sendiri sebelum mulai bekerja sebagai kurir dari jam 3 sore hingga tengah malam. Kehidupan ini membutuhkan disiplin dan kesabaran.
Saat ini, Terry kembali ke Indonesia dan merasakan kenyamanan Ramadan di Tanah Air. Namun, kenyamanan ini dibarengi dengan rasa rindu. Ia kini menjalani hubungan jarak jauh (LDM) dengan Derly Darmawan. Sang suami masih tinggal di Amerika Serikat, sementara Terry ada di Indonesia karena urusan visa turis yang tidak bisa diperpanjang terus-menerus.
Terry menjelaskan bahwa mereka telah menjalani hubungan jarak jauh selama lima bulan. Perpisahan ini dimulai sejak September 2025 hingga Februari 2026.
Tantangan dan Harapan dalam Hubungan Jarak Jauh
Meskipun menjalani LDM, Terry tetap berharap dapat segera kembali bersama suaminya. Ia mengakui bahwa perjalanan panjang ini cukup berat, terutama dalam menjaga komunikasi dan hubungan emosional antara mereka.
Dalam situasi seperti ini, kepercayaan dan komunikasi yang baik menjadi kunci. Terry dan Derly saling mendukung satu sama lain meski harus berada di dua negara yang berbeda.
Pengalaman ini juga membuat Terry semakin menyadari betapa pentingnya kebersamaan dalam sebuah hubungan. Meski harus berjuang melawan jarak, ia tetap percaya bahwa cinta dan komitmen bisa mengatasi segala tantangan.




