SOROTJATIM.COM – Kemeriahan malam Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili terasa sangat kental di Klenteng Boen Tek Bio, Pasar Lama, Kota Tangerang. Klenteng tertua di Tangerang ini bersolek dengan ratusan lampion dan berbagai pertunjukan seni untuk menyambut ribuan umat. Perayaan tahun ini menampilkan pemandangan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Persiapan yang Matang dan Lampion yang Penuh Harapan
Ketua Umum Perkumpulan Boen Tek Bio, Dr. Ruby Santamoko, mengungkapkan bahwa persiapan telah dilakukan secara matang sejak dua minggu lalu. Salah satu perbedaan utama dalam perayaan kali ini adalah hadirnya lebih dari 700 lampion yang semuanya didanai oleh umat. Setiap lampion memiliki nama dan doa yang ditulis oleh pengunjung, mencerminkan harapan mereka untuk tahun baru.
“Perbedaannya adalah kita sekarang punya 700-an lebih lampion yang semuanya didanakan oleh umat dengan mengharapkan doa-doa harapan dengan menaruh nama dan doa yang dia tulis,” ujar Ruby saat berbicara kepada SOROTJATIM.COM di lokasi, Senin (16/2).
Pertunjukan Seni yang Menghibur Generasi Muda
Tidak hanya sekadar ritual ibadah, malam Imlek di Boen Tek Bio menjadi ajang unjuk gigi bagi generasi muda. Aula klenteng berubah menjadi panggung yang menampilkan drama, tari, hingga atraksi Liong dan Barongsai. Ruby menegaskan bahwa keterlibatan anak muda menjadi napas baru bagi perayaan tahun ini.
“Jadi, tahun baru ini merupakan kemeriahan buat generasi-generasi muda. Nanti kita bisa lihat di aula ada pertunjukan seni drama, seni tari, Liong, Barongsai dan mungkin ada sebagian nyanyi. Itu semua rata-rata adalah anak-anak dari anak-anak generasi muda di sini. Nah itu lah yang membedakan klenteng kita dengan tahun lalu,” jelasnya.
Jadwal Pertunjukan yang Menyesuaikan Toleransi Beragama
Menariknya, jadwal pertunjukan pun disusun dengan mengedepankan toleransi antarumat beragama di kawasan Pasar Lama. Pertunjukan Barongsai dimulai sekitar pukul 19.30 WIB, tepat setelah waktu salat Isya berakhir. Hal ini menunjukkan komitmen klenteng untuk menjaga harmoni antarumat beragama.
Tradisi Berbagi: Dari Imlek Hingga Menjelang Ramadhan
Imlek tahun ini juga diwarnai dengan aksi kemanusiaan yang masif. Pihak klenteng telah mendistribusikan 3.870 paket sembako gratis di 34 titik bagi warga kurang mampu di Tangerang. Semangat berbagi ini dipastikan tidak akan berhenti di momen Imlek saja.
Ruby menjelaskan bahwa tim sosial mereka akan terus bergerak hingga bulan Ramadan mendatang. “Kami berharap Imlek mengajarkan kami berbagi termasuk juga nanti pada saat bulan puasa kami punya rencana untuk membagikan sembako gratis menjelang Idul Fitri dan juga sekaligus buka sahur bersama ya sahur bersama karena kami tidak buka bersama tapi sahur. Kami bekerja sama dengan Ibu Sinta Nuriyah ya karena itu tiap tahun ini sudah tahun kedua bagi kami,” tambahnya.
Filosofi Tahun Kuda Api dan Harapan Bangsa
Selain kemeriahan fisik, Imlek kali ini membawa pesan spiritual yang kuat melalui ritual Fang Shen atau pelepasan makhluk hidup di Kali Cisadane. Ritual ini melambangkan keseimbangan antara langit, bumi, dan manusia. Memasuki tahun Kuda Api, Ruby optimis bahwa energi besar yang dibawa simbol zodiak ini mampu membawa bangsa Indonesia melewati berbagai tantangan.
“Mudah-mudahan di tahun kuda yang penuh dengan semangat apalagi kuda api energinya tinggi ya kita harus memiliki sama seperti kuda yang energinya harus besar dan karena energinya yang besar itu kita punya semangat yang tinggi sehingga semua tantangan, hambatan, rintangan bisa kita hadapi dengan baik,” tuturnya.




