Peran Sepak Bola dalam Pembentukan Karakter Anak-anak, Wali Kota Kediri Tutup Turnamen U-12

SOROTJATIM.COM – Turnamen sepak bola anak U-12 se-Jawa Timur yang diadakan di lapangan Banteng, Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, menjadi momen penting dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai dasar kehidupan bagi para peserta. Acara ini tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk melatih kedisiplinan, kerja sama tim, serta sportivitas.

Kompetisi yang Berlangsung Secara Adil

Turnamen yang berlangsung selama tiga hari menarik partisipasi dari 32 klub sepak bola (SSB) se-Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, empat tim akhirnya bertanding di babak final untuk memperebutkan gelar juara pertama hingga keempat. Pertandingan berjalan dengan penuh semangat dan fair play, mencerminkan komitmen peserta dalam menjunjung nilai-nilai olahraga.

Tim Bima Putra Jatinom berhasil meraih gelar juara pertama, disusul oleh Kancil Mas Blitar di posisi kedua. Sangkara Nganjuk dan Basoka Kandangan Pare masing-masing menempati peringkat ketiga dan keempat. Para pemenang mendapatkan hadiah uang pembinaan serta piala sebagai penghargaan atas prestasi mereka.

Tujuan Utama Turnamen

Ketua Pembina SSB SAP United Kediri, Sudjoko Adi Purwanto, menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak-anak dalam bermain sepak bola. Ia menekankan bahwa tujuan utama dari acara ini adalah membantu anak-anak mengembangkan potensi diri mereka agar bisa bersaing di tingkat lokal maupun nasional.

“Saya juga sampaikan bahwa kegiatan sepak bola ini merupakan inisiasi dari pribadi sendiri, tidak ada kaitannya dengan yang lain,” kata Sudjoko, yang juga menjabat sebagai ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Kota Kediri.

Pengakuan dari Walikota Kediri

Walikota Kediri, Vinanda Prameswati, memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya turnamen ini. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kompetisi bukan hanya tentang mencari pemenang, tetapi juga sebagai wadah untuk belajar nilai-nilai kehidupan.

“Kompetisi ini diadakan bukan semata-mata mencari siapa yang menang atau kalah. Lebih dari itu, kita ingin adik-adik belajar tentang kedisiplinan, kerja sama tim, sportivitas, dan semangat juang,” ujar Vinanda di hadapan para peserta dan orang tua.

Ia juga mengibaratkan sepak bola sebagai miniatur kehidupan, di mana keberhasilan tidak mungkin diraih tanpa kekompakan. “Kalau tidak kompak, satu merebut bola dan yang lain diam saja, tidak mungkin bisa menang. Penjaga gawang juga harus siaga. Di sini kalian belajar bagaimana membangun tim yang solid,” tambahnya.

Pentingnya Olahraga dalam Pendidikan Anak

Turnamen sepak bola anak U-12 ini menjadi contoh nyata betapa olahraga dapat menjadi alat pendidikan yang efektif. Selain melatih keterampilan teknis, olahraga juga membantu anak-anak memahami pentingnya kerja sama, tanggung jawab, dan sikap rendah hati.

Dengan adanya kompetisi seperti ini, generasi muda di Kota Kediri memiliki kesempatan untuk berkembang secara fisik maupun mental. Hal ini tentu akan berdampak positif pada masa depan mereka, baik dalam bidang olahraga maupun kehidupan sehari-hari.

Turnamen sepak bola anak U-12 se-Jawa Timur di Kota Kediri telah menjadi momentum penting dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai kehidupan bagi para peserta. Dengan dukungan penuh dari pemerintah setempat dan penyelenggara, acara ini membuktikan bahwa olahraga bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran yang bermanfaat.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *