SOROTJATIM.COM – Menjalani ibadah puasa tidak berarti harus menghentikan aktivitas olahraga. Justru, olahraga tetap diperlukan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar olahraga selama bulan Ramadhan tetap aman dan efektif.
Waktu Ideal untuk Berolahraga
Salah satu aspek penting dalam berolahraga saat puasa adalah memilih waktu yang tepat. Menurut pelatih fisik Sumsel United, Dino Sefriyanto, waktu ideal untuk melakukan olahraga adalah menjelang berbuka puasa, yaitu sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. Pada waktu ini, tubuh sudah mengalami penurunan kadar glukosa akibat puasa selama sekitar 15 jam, sehingga latihan harus disesuaikan dengan kondisi tersebut.
“Biasanya latihan mulai jam 16.00–17.00 WIB. Setelah selesai bisa langsung berbuka untuk mengganti cairan tubuh yang hilang,” jelasnya. Ia menekankan bahwa olahraga tidak boleh dilakukan secara berlebihan karena berisiko menyebabkan dehidrasi dan penurunan energi drastis.
Jenis Olahraga yang Disarankan
Untuk olahraga sebelum berbuka, Dino menyarankan aktivitas dengan intensitas ringan hingga sedang. Contohnya seperti bersepeda santai, jalan cepat, workout cardio ringan, atau skipping. Aktivitas-aktivitas ini membantu meningkatkan sirkulasi darah tanpa menguras tenaga berlebihan.
Sementara itu, jika ingin melakukan olahraga berat seperti latihan kekuatan atau pembentukan otot, waktu terbaik adalah sekitar 1–2 jam setelah berbuka puasa. Pada waktu ini, tubuh sudah kembali mendapatkan asupan energi dari makanan berbuka, sehingga latihan bisa dilakukan dengan intensitas tinggi tanpa risiko kelelahan berlebihan.
Pentingnya Mengatur Asupan Nutrisi
Selain waktu dan jenis olahraga, pengaturan asupan nutrisi juga sangat penting. Dino menegaskan bahwa keseimbangan kalori harus dijaga agar tubuh tidak mengalami penurunan energi drastis. Masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka puasa.
Makanan yang dikonsumsi harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, buah, serta sayuran sesuai kebutuhan tubuh. Hal ini akan membantu menjaga performa fisik dan memberikan energi yang cukup untuk menjalani aktivitas harian.
Penyesuaian Pola Latihan
Dino yang memiliki pengalaman bertahun-tahun melatih atlet sepak bola profesional mengatakan bahwa penyesuaian pola latihan menjadi kunci utama agar kondisi tubuh tetap prima selama bulan puasa. Meskipun ada sedikit pengaruh terhadap volume dan intensitas latihan, performance atlet tidak terlalu berpengaruh asalkan bisa mengatur asupan nutrisi dengan baik.
Ia juga menekankan bahwa olahraga saat puasa tidak boleh dilakukan secara berlebihan karena berisiko menyebabkan dehidrasi. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan jumlah air yang dikonsumsi dan memastikan tubuh tetap terhidrasi.
Dengan menyesuaikan waktu, jenis olahraga, dan asupan nutrisi, masyarakat dapat tetap menjaga kebugaran selama bulan puasa. Olahraga tetap diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh, namun harus dilakukan dengan cara yang aman dan sesuai dengan kondisi tubuh. Dengan tips-tips di atas, masyarakat bisa tetap aktif dan bugar meski sedang menjalani ibadah puasa.




