SOROTJATIM.COM – Pelatih Benfica, Jose Mourinho, menunjukkan sikap optimis dalam menghadapi laga penting melawan Real Madrid. Pertandingan ini akan menjadi leg pertama play-off babak 16 besar Liga Champions 2025-2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Estadio da Luz pada Selasa (17/2/2026).
Beberapa pekan sebelumnya, kedua tim telah bertemu di tempat yang sama dalam laga terakhir phase grup Liga Champions. Pada pertemuan tersebut, Benfica berhasil mengalahkan Real Madrid dengan skor 4-2. Hal ini memberikan semangat tambahan bagi para pemain dan pelatih Benfica.
Mourinho menyampaikan keyakinannya bahwa Benfica tidak membutuhkan keajaiban untuk bisa mengeliminasi Real Madrid. Ia menekankan bahwa timnya harus tampil dalam performa terbaik. Meskipun ia tidak mengharapkan performa sempurna, namun penampilan maksimal adalah hal yang sangat penting.
“Real Madrid adalah Real Madrid. Para pemain mereka memiliki sejarah, pengetahuan, dan ambisi,” ujarnya. “Yang membandingkan kami adalah bahwa kami dua klub raksasa. Di luar itu, tidak ada lagi.”
Namun, Mourinho tetap percaya bahwa sepak bola memiliki kekuatan yang mampu membuat segalanya bisa terjadi. “Kami bisa menang,” katanya.
Pengalaman Mourinho Bersama Real Madrid
Mourinho memiliki pengalaman panjang dalam melatih Real Madrid. Kolaborasi antara dirinya dan klub Spanyol terjadi selama periode 2010-2013. Selama tiga tahun, ia berhasil membawa Real Madrid meraih tiga gelar.
“Saya memberikan segalanya untuk Real Madrid,” kata Mourinho mengenang masa-masanya di ibukota Spanyol. “Saya melakukan hal-hal dengan baik dan buruk, tetapi saya memberikan yang terbaik.”
Ia juga menyampaikan perasaan khusus terhadap para penggemar Madrid. “Perasaan saya setelah 12 tahun bersama para penggemar Madrid sama seperti perasaan saya, mereka menghormati dan sangat menghargai saya.”
Meskipun begitu, Mourinho menegaskan bahwa ia tidak ingin memicu cerita-cerita yang tidak ada. “Itu fantastis bagi saya,” tambahnya.
Kontroversi Saat Melatih Real Madrid
Perjalanan Mourinho bersama Real Madrid tidak selalu mulus. Ia beberapa kali terlibat dalam kontroversi yang membuatnya menjadi bahan pemberitaan. Salah satu kejadian paling ikonik adalah ketika ia mencokok mata asisten pelatih Barcelona, Tito Vilanova, pada Piala Super Spanyol 2011.
Setahun kemudian, usai menghadapi lawan yang sama, Mourinho mengejar wasit Fernando Teixeira hingga parkiran mobil selepas laga karena merasa timnya dirugikan. Kejadian-kejadian ini menunjukkan bahwa Mourinho sering kali berada di tengah perselisihan, baik dengan lawan maupun wasit.
Persiapan Tim dan Strategi yang Dipersiapkan
Untuk menghadapi Real Madrid, Benfica telah melakukan persiapan yang matang. Pelatih Mourinho memastikan bahwa semua pemain dalam kondisi fisik dan mental terbaik. Ia juga memperhatikan strategi yang akan digunakan agar bisa menghadapi tekanan dari Real Madrid.
Selain itu, Mourinho juga memastikan bahwa timnya siap menghadapi tekanan psikologis dari lawan. “Kami harus fokus pada diri sendiri dan menjalani permainan sesuai rencana,” ujarnya.
Dengan pengalaman dan strategi yang matang, Benfica berharap bisa memberikan hasil yang memuaskan dalam laga melawan Real Madrid. Mereka yakin bahwa dengan kerja keras dan komitmen, mereka bisa menghadapi tantangan terberat dalam pertandingan ini.





