SOROTJATIM.COM – Play-In Tournament di NBA sering menjadi titik kritis bagi tim yang berada di ambang kehilangan akses ke playoff. Meski memiliki potensi untuk memberi kesempatan kepada tim-tim dengan rekor yang tidak terlalu baik, banyak pengamat dan pemain merasa bahwa sistem ini mulai kehilangan maknanya. Salah satu tokoh yang menyampaikan kritik tajam adalah Draymond Green, pemain bintang Golden State Warriors.
Green mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap struktur play-in, meskipun ia tetap memperlihatkan komitmen sebagai atlet. Dalam wawancaranya setelah kemenangan Warriors atas Sacramento Kings, ia menyatakan bahwa pertandingan play-in tidak lagi menarik seperti dulu. “Itu bukan hal yang menarik. Itu bukan,” katanya. Namun, ia tetap bersikap profesional dan siap bertanding dengan maksimal.
>Golden State, yang saat ini berada di posisi 10 besar konferensi barat, akan menghadapi salah satu dari Portland Trail Blazers atau Los Angeles Clippers dalam pertandingan play-in. Jika berhasil menang, mereka harus melanjutkan perjalanan dengan menghadapi pemenang antara pertandingan antara peringkat 7 dan 8. Pemenang dari laga tersebut akan berhadapan dengan Oklahoma City Thunder dalam babak playoff pertama.
Struktur Play-In dan Tantangan yang Dihadapi
Sistem play-in resmi diperkenalkan sebagai bagian tetap dari playoff NBA pada tahun 2022. Namun, dengan semakin meningkatnya fenomena “tanking” (menghindari pertandingan agar bisa mendapatkan draft yang lebih baik), Green percaya bahwa tujuan awal dari sistem ini telah hilang. Ia mengatakan bahwa sistem ini seharusnya mencegah tim-tim dari menghentikan usaha mereka di akhir musim. “Awalnya, itu bekerja. Tapi sekarang, ketika tim berada di posisi 10, itu tidak lagi bekerja,” ujarnya.
Green juga menyoroti contoh nyata dari perilaku tidak sportif yang terjadi selama pertandingan. Ia menyebutkan sebuah insiden di mana tim lawan melakukan foul terhadap Seth Curry tanpa alasan jelas. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa sistem play-in tidak lagi efektif dalam menjaga semangat kompetisi.
Pengalaman Tiga Kali Bermain di Play-In
Ini akan menjadi kali ketiga Golden State Warriors mengikuti play-in secara beruntun. Pada musim 2023-24, mereka kalah dalam pertandingan play-in melawan Sacramento Kings. Di musim berikutnya, mereka berhasil melewati babak play-in dan mencapai semifinal konferensi barat, tetapi akhirnya kalah dari Minnesota Timberwolves.
Dengan pengalaman tersebut, Green berharap bahwa timnya dapat menghindari situasi play-in di masa depan. Namun, hingga saat ini, belum ada indikasi bahwa sistem ini akan diubah.
Komentar dari Pemain Terkait Struktur Playoff
Green bukan satu-satunya pemain yang mengkritik struktur playoff NBA. Banyak pemain lain juga menyatakan bahwa sistem ini tidak lagi mencerminkan kompetisi yang adil dan menarik. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak tim yang memilih untuk tidak berjuang di akhir musim, sehingga membuat persaingan di playoff menjadi kurang menarik.
Kritik ini muncul di tengah diskusi tentang bagaimana NBA dapat memperbaiki struktur playoff agar tetap relevan dan menarik bagi para penggemar. Meski demikian, sampai saat ini, tidak ada perubahan signifikan yang dilakukan oleh pihak NBA.
Play-In Tournament masih menjadi bagian penting dari jalannya musim NBA, meski banyak kritik terhadap strukturnya. Dengan peningkatan kasus tanking dan kurangnya motivasi dari beberapa tim, sistem ini mulai kehilangan daya tariknya. Namun, bagi tim seperti Golden State Warriors, play-in tetap menjadi peluang untuk bertahan di playoff dan membuktikan bahwa mereka masih bisa bersaing.***





