SOROTJATIM.COM – Pada gelaran Copa Sudamericana 2026, dua wakil dari Brasil, yaitu Botafogo dan Red Bull Bragantino, menghadapi awal yang kurang mengesankan. Kedua tim tersebut gagal meraih kemenangan dalam pertandingan perdana mereka, menandai momen yang mengecewakan bagi para penggemar sepak bola Brasil.
>Performa Buruk di Laga Perdana
Botafogo, yang berlaga di Grup E, harus puas dengan hasil imbang 1-1 melawan Caracas-VEN di laga pembuka. Pelatih baru mereka, Franclim Carvalho, juga menjalani debut yang tidak ideal. Pemain asal Portugal ini mendapat sorakan ejekan dari suporter setelah timnya hanya mampu mencatatkan hasil imbang. Meski Arthur Cabral berhasil mencetak gol penyama kedudukan di babak kedua, kesalahan-kesalahan dalam penguasaan bola dan keputusan taktis membuat hasil ini terasa seperti kekalahan.
Di sisi lain, Red Bull Bragantino menghadapi kekalahan 0-1 dari Carabobo-VEN di Venezuela. Tim asal Sao Paulo ini memilih untuk menurunkan pemain cadangan, dengan fokus utama pada kompetisi domestik, Campeonato Brasileiro. Hasil ini memengaruhi performa mereka, yang sebelumnya diperkirakan akan lebih baik. Meski dominasi bola mencapai 70%, Bragantino kesulitan menembus pertahanan rapat Carabobo.
Posisi Sulit dalam Grup
Kekalahan yang dialami oleh Red Bull Bragantino menempatkan mereka dalam posisi sulit di Grup H, yang juga dihuni oleh River Plate-ARG dan Blooming-BOL. Sementara itu, Botafogo dan Caracas-VEN berbagi poin di Grup E, dengan Racing-ARG sebagai pemimpin grup setelah mengalahkan Independiente Petrolero-BOL dengan skor 3-1.
Laga berikutnya bagi Botafogo adalah menghadapi Racing-ARG di Argentina pada hari Rabu mendatang, pukul 19.00. Sementara itu, Red Bull Bragantino akan menghadapi Blooming-BOL di Stadion Cicero de Souza Marques, Bragança Paulista, pada hari Kamis pukul 21.30.
Hasil Seri di Beberapa Pertandingan
Selain pertandingan yang melibatkan tim Brasil, beberapa laga lain di Copa Sudamericana juga berakhir dengan hasil imbang 1-1. Di Grup A, Macará-EQU dan América de Cali berbagi angka, sedangkan di Grup B, Juventud-URU dan Cienciano-PER juga mencatatkan hasil seri. Grup ini juga dihuni oleh Atlético-MG, yang menjadi salah satu tim unggulan.
Tantangan Berat di Kompetisi Regional
Kiprah awal yang buruk bagi tim Brasil menunjukkan bahwa persaingan di Copa Sudamericana sangat ketat. Dengan hadirnya tim-tim kuat dari negara-negara lain, seperti River Plate-ARG dan Racing-ARG, para wakil Brasil harus meningkatkan performa jika ingin bertahan di kompetisi ini.
Pelatih Franclim Carvalho dan manajemen Botafogo perlu segera menemukan solusi untuk meningkatkan konsistensi tim. Sementara itu, Red Bull Bragantino perlu memperbaiki strategi dan penampilan di lapangan agar bisa bersaing dengan tim-tim kuat di Grup H.
Dengan laga-laga mendatang yang semakin menentukan, semua mata tertuju pada bagaimana tim-tim Brasil dapat bangkit dari awal yang buruk dan membuktikan diri di ajang Copa Sudamericana 2026.***





