SOROTJATIM.COM – Gyselle Silva, seorang atlet voli asal Kuba, berhasil memimpin klub GS Caltex Seoul KIXX meraih gelar juara V-League musim 2025-2026. Gelar ini diraih setelah timnya mengalahkan Korea Expressway Hi-Pass dengan skor 3-1 dalam pertandingan final yang berlangsung di Jangchung Arena. Kemenangan ini menjadi gelar keempat dalam sejarah klub dan yang pertama sejak musim 2020-2021.
>Silva menunjukkan performa luar biasa selama pertandingan final, mencetak total 36 poin dengan tingkat keberhasilan serangan yang sangat tinggi, yaitu 47,89% dan 52,99%. Meskipun sempat mengalami nyeri pada lutut kiri di set ketiga, ia tetap mampu memberikan kontribusi besar bagi kemenangan tim. Julukan “Cuban Express” semakin melekat padanya karena kemampuannya dalam menjaga konsistensi selama pertandingan.
Prestasi Luar Biasa Gyselle Silva
Sebagai mantan rival Megawati Hangestri, Silva dikenal sebagai salah satu penyerang paling dominan di V-League. Ia telah mencatat lebih dari 1.000 poin dalam tiga musim berturut-turut sejak bergabung pada musim 2023-2024. Dalam pertandingan final, Silva mencetak 30 poin di pertandingan pertama, 35 poin di pertandingan kedua, dan 36 poin di pertandingan ketiga. Selama musim reguler, ia mengoleksi 1.083 poin dari 36 pertandingan, mencetak rekor poin terbanyak dalam satu musim di divisi putri.
Usai kemenangan, Silva menyampaikan rasa bahagia dan kebanggaannya. “Saya telah memimpikan ini selama tiga musim, dan saya senang akhirnya bisa mewujudkannya. Saya sangat bangga dengan tim. Saya ingin menghabiskan waktu bersama putri saya,” ujarnya.
Penilaian Pelatih dan Performa Tim Lawan
Pelatih kepala GS Caltex, Lee Young-taek, memuji penampilan luar biasa Silva. “Silva benar-benar luar biasa. Saya merasa sangat menyesal karena tidak bisa menariknya keluar ketika nyeri lututnya kambuh di set ketiga. Tapi dia mengatasinya sendiri. Dia benar-benar luar biasa,” ujarnya.
Di sisi lain, Korea Expressway Hi-Pass yang dianggap sebagai favorit utama, mengalami kekalahan telak tanpa memenangkan satu pun pertandingan. Penurunan performa beberapa pemain kunci menjadi sorotan, terutama Kang So-hwi, pevoli dengan gaji termahal di Liga Korea. Kang So-hwi, yang pindah ke Korea Expressway Corporation dengan kontrak besar 2,4 miliar won, gagal menunjukkan performa terbaik di babak playoff. Cedera punggung bagian bawah pada 8 Februari membuatnya absen di dua pertandingan dan kekuatan ofensifnya tidak pernah kembali hingga akhir musim.
Perbandingan Performa Pemain
Pada seri kejuaraan, Kang So-hwi hanya mencetak 7 poin di pertandingan pertama dan 11 poin di pertandingan kedua, dengan penerimaan yang menjadi masalah krusial. Pada pertandingan ketiga, ia hanya mencetak 6 poin sebelum digantikan akibat nyeri punggung bawah kambuh. Total 24 poin yang diraih Kang So-hwi dalam tiga pertandingan final sangat kontras dengan pemain penggantinya di GS Caltex, Kwon Min-ji (35 poin) dan Yoo Seo-yeon (31 poin). Kekalahan ini menyisakan kekecewaan bagi klub, karena pemain yang direkrut untuk memperebutkan gelar justru menjadi beban di momen krusial.
Harapan dan Evaluasi
Pelatih sementara Korea Expressway Corporation, Kim Young Rae, terlihat dalam pemikiran mendalam selama pertandingan final ketiga di Jangchung Gymnasium. Tekanan besar yang dihadapinya tercermin dari ekspresinya, seiring dengan harapan untuk membawa timnya meraih kemenangan. Namun, hasil yang didapat menunjukkan bahwa ada banyak hal yang perlu dievaluasi dan diperbaiki untuk musim depan.




