
SOROTJATIM.COM –
Rahasia Ramadan yang Tersembunyi: Mengungkap Amalan Sunnah yang Jarang Diketahui
Bulan Ramadan adalah waktu istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Identik dengan puasa, shalat Tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan zakat fitrah, bulan penuh berkah ini selalu dinanti dengan antusiasme. Namun, di balik syiar yang sudah familiar, tersimpan mutiara-mutiara Sunnah Nabi Muhammad SAW yang mungkin jarang disorot, padahal memiliki keutamaan luar biasa dan dapat menyempurnakan ibadah kita.
>Artikel ini akan mengajak Anda menyelami beberapa amalan Sunnah di Bulan Ramadan yang mungkin jarang diketahui, namun sangat dianjurkan untuk kita hidupkan. Mari kita tingkatkan kualitas Ramadan kita dengan mengikuti jejak Rasulullah SAW secara lebih mendalam!
1. Mengakhirkan Sahur dan Menyegerakan Berbuka
Kontras dengan kebiasaan banyak orang yang mungkin sahur jauh sebelum imsak atau berbuka setelah menunggu beberapa saat, Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan untuk mengakhirkan sahur hingga mendekati waktu imsak dan menyegerakan berbuka puasa begitu waktu Maghrib tiba.
Rasulullah SAW bersabda, "Umatku akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur." (HR. Bukhari dan Muslim). Hikmahnya sangat jelas: mengakhirkan sahur memberikan energi lebih lama untuk berpuasa seharian, sementara menyegerakan berbuka adalah bentuk ketaatan dan tidak menunda kebaikan, sekaligus memberikan jeda bagi tubuh untuk segera menerima asupan setelah menahan lapar dan haus. Ini juga menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang memudahkan, bukan memberatkan.
2. Menggunakan Siwak atau Sikat Gigi Saat Berpuasa
Salah satu Sunnah yang sering menimbulkan keraguan di kalangan umat Muslim saat berpuasa adalah penggunaan siwak atau sikat gigi. Banyak yang khawatir hal tersebut akan membatalkan puasa. Padahal, Nabi Muhammad SAW justru sangat menganjurkan penggunaan siwak, bahkan saat berpuasa.
Aisyah RA pernah ditanya tentang siwak bagi orang yang berpuasa, lalu beliau menjawab, "Ya, boleh." (HR. Abu Dawud). Selama tidak ada pasta gigi yang tertelan, membersihkan gigi dan mulut dengan siwak atau sikat gigi adalah amalan yang dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan kesegaran mulut, yang juga merupakan bagian dari keindahan Islam. Bau mulut saat puasa bisa diminimalisir, dan ini juga merupakan bentuk menjaga penampilan yang baik di hadapan Allah dan sesama.
3. Meningkatkan Kedermawanan Melebihi Biasanya
Nabi Muhammad SAW adalah pribadi yang sangat dermawan, namun kedermawanan beliau meningkat drastis di Bulan Ramadan. Ibnu Abbas RA berkata, "Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan ketika Jibril menemuinya." Kemudian beliau melanjutkan, "Jibril menemuinya setiap malam pada bulan Ramadan, dan mengajarkan kepadanya Al-Qur’an. Dan Rasulullah SAW itu lebih dermawan dengan kebaikan daripada angin yang berembus." (HR. Bukhari dan Muslim).
Ini bukan sekadar bersedekah, melainkan semangat berbagi dan membantu yang melampaui kebiasaan. Mengikuti Sunnah ini berarti tidak hanya memberikan sebagian harta, tetapi juga meluaskan hati untuk membantu sesama yang membutuhkan, baik melalui makanan, pakaian, atau bantuan lainnya. Kedermawanan ini akan membersihkan harta dan jiwa, serta membawa berkah berlipat ganda.
4. Membaca Doa Berbuka Puasa yang Spesifik
Meskipun banyak dari kita terbiasa membaca "Allahumma lakasumtu…" atau sekadar "Bismillah" saat berbuka, ada doa spesifik yang diajarkan Rasulullah SAW dengan makna yang mendalam.
Doa tersebut adalah: "Dzahaba azh-zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah." (HR. Abu Dawud).
Artinya: "Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah."
Doa ini bukan hanya permintaan, tetapi juga pengakuan atas karunia Allah setelah menunaikan ibadah puasa, serta harapan agar pahala yang dijanjikan benar-benar tercatat. Mengucapkan doa ini dengan penghayatan akan menambah kekhusyukan saat berbuka dan mengingatkan kita akan tujuan utama puasa.
5. Memberi Makan Orang yang Berbuka Puasa (Iftar)
Amalan ini mungkin terlihat umum, namun keutamaannya seringkali kurang disadari sepenuhnya. Memberi makan orang yang berpuasa, meskipun hanya dengan seteguk air atau sebutir kurma, memiliki pahala yang sangat besar.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa tersebut." (HR. Tirmidzi). Pahala ini bisa didapatkan oleh siapa saja, tidak harus dengan hidangan mewah. Berbagi takjil di masjid, mengundang tetangga, atau bahkan sekadar memberikan makanan kepada seorang musafir, semuanya termasuk dalam amalan mulia ini. Ini adalah bentuk solidaritas dan kasih sayang yang menguatkan tali persaudaraan.
6. Melaksanakan Umrah di Bulan Ramadan
Bagi yang memiliki kemampuan dan kesempatan, melaksanakan ibadah umrah di Bulan Ramadan memiliki keutamaan yang luar biasa. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Umrah di Bulan Ramadan setara dengan haji." (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat lain disebutkan, "setara dengan haji bersamaku."
Meskipun tidak menggugurkan kewajiban haji fardhu, pahala yang setara dengan haji bersama Rasulullah SAW adalah anugerah yang sangat besar. Ini menunjukkan betapa Allah SWT melipatgandakan pahala amalan baik di bulan suci ini, bahkan untuk ibadah yang bersifat sunnah.
Menghidupkan Ramadan dengan Lebih Bermakna
Amalan-amalan Sunnah yang mungkin jarang disorot ini sejatinya adalah pelengkap yang memperkaya pengalaman spiritual kita di Bulan Ramadan. Dengan menghidupkan Sunnah-Sunnah ini, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW.
Mari jadikan Ramadan kali ini sebagai momen untuk belajar lebih dalam, beramal lebih banyak, dan meraih keberkahan yang tak terhingga. Semoga setiap langkah kita dalam menghidupkan Sunnah Nabi Muhammad SAW menjadi pemberat timbangan kebaikan kita di akhirat kelak. Selamat menunaikan ibadah puasa dan menghidupkan Sunnah!



