SOROTJATIM.COM – Tim San Antonio Spurs terus memperhatikan kesehatan dan performa pemain utamanya, Victor Wembanyama. Dalam pertandingan melawan Los Angeles Clippers pada 2 April 2026, Wembanyama diberi istirahat karena cedera pergelangan kaki sebelah kanannya. Keputusan ini diambil setelah tim menghadapi jadwal back-to-back yang berat, dengan pertandingan sebelumnya melawan Golden State Warriors.
>Wembanyama menunjukkan performa luar biasa saat bertanding melawan Warriors, mencatatkan 41 poin dan 18 rebound dalam waktu 29 menit. Hal ini memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain paling dominan di NBA. Pada bulan Maret 2026, ia juga dinobatkan sebagai Western Conference Defensive Player of the Month untuk ketiga kalinya secara berurutan.
Performa Defensif yang Mengesankan
Selama musim ini, Wembanyama telah menunjukkan keunggulan defensif yang luar biasa. Ia mencatatkan rata-rata 3.73 blok per game, menjadi pemimpin liga dalam kategori tersebut. Selain itu, ia juga mencatatkan 1.33 steal per game. Dalam 15 pertandingan, ia berhasil meraih 180 rebound, 56 blok, dan 20 steal.
Dengan rata-rata 24.7 poin, 11.5 rebound, 3.0 assist, 3.1 blok, dan 1.1 steal per game, Wembanyama menjadi kandidat kuat untuk penghargaan NBA Defensive Player of the Year dan MVP. Saat ini, ia telah bermain dalam 62 pertandingan, termasuk final NBA Cup.
Kesiapan untuk Playoff dan Rencana Roster
Untuk memenuhi syarat playoff, Wembanyama harus bermain dalam tiga dari lima pertandingan tersisa agar mencapai ambang batas 65 pertandingan. Meskipun saat ini Spurs memiliki posisi yang kuat di posisi center, mereka tetap mempertimbangkan opsi lain untuk masa depan.
Dalam mock draft Bleacher Report, Spurs diperkirakan akan mendapatkan pick ke-20, yang berasal dari pertukaran dengan Atlanta Hawks. Aday Mara, seorang big man dari University of Michigan, disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk dipilih.
Potensi Alternatif untuk Wembanyama
Meski tidak ada tekanan langsung untuk mencari center starter atau cadangan, Spurs masih mempertimbangkan opsi lain. Beberapa pemain center seperti Mason Plumlee, Bismack Biyombo, dan Kelly Olynyk memiliki kontrak yang habis di akhir musim, sementara Luke Kornet memiliki kontrak hingga 2029.
Aday Mara, yang berasal dari Spanyol, awalnya bermain di UCLA selama dua musim. Setelah transfer ke Michigan, ia meningkatkan jumlah menit bermainnya menjadi 23.2 menit per game, dengan rata-rata 12.2 poin, 6.8 rebound, dan 2.5 assist per game.
Zach Buckley dari Bleacher Report menyebutkan bahwa Spurs senang memiliki opsi interior tambahan di belakang Wembanyama. Meskipun keterampilan perimeter Mara terbatas, ia memiliki visi yang baik sebagai big man.
Perkembangan Karier Aday Mara
Mara mulai berkarier di NCAA dengan bermain di UCLA selama dua musim, rata-rata mencatatkan 5.0 poin dan 3.1 rebound dalam 11.5 menit per game. Setelah transfer ke Michigan, ia meningkatkan performanya, dengan peningkatan signifikan dalam menit bermain dan statistik.
Meskipun belum sepenuhnya matang, Mara menunjukkan potensi besar sebagai alternatif untuk Wembanyama. Dengan kemampuan defensif dan kemampuan finishing yang baik, ia bisa menjadi pilihan strategis bagi Spurs dalam beberapa tahun mendatang.***





