SOROTJATIM.COM – Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus Muhammadiyah dan Aisyiyah di Jawa Timur dan Bali menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Surabaya. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap praktik impunitas serta tuntutan penegakan hukum yang adil dan transparan bagi korban kekerasan terhadap warga sipil. Dalam pernyataannya, peserta aksi menekankan pentingnya pengusutan kasus-kasus serius yang mencerminkan pola kekerasan serta dugaan kelalaian aparat terhadap warga sipil.
>Komitmen Mahasiswa dalam Menjaga Nilai Keadilan
Salah satu perwakilan massa menyampaikan bahwa mahasiswa akan terus menjadi penjaga nilai-nilai keadilan dan demokrasi di Indonesia. “Jika keadilan menjauh dari rakyat, maka mahasiswa akan mendekatkannya kembali,” tegasnya di hadapan peserta aksi. Aksi tersebut berlangsung secara tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Perwakilan DPRD Jawa Timur juga menerima aspirasi mahasiswa untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme kelembagaan.
25 Tuntutan yang Disampaikan
Dalam aksi tersebut, perwakilan massa secara langsung menyampaikan 25 tuntutan kepada DPRD Provinsi Jawa Timur, antara lain:
- Mengecam keras segala bentuk kekerasan terhadap aktivis dan pembela hak asasi manusia.
- Mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus secara transparan, profesional, dan akuntabel.
- Menuntut pengungkapan identitas pelaku, kronologi lengkap, serta perkembangan proses hukum kepada publik.
- Menolak segala bentuk impunitas dan menegaskan bahwa pelaku harus diproses melalui peradilan umum.
- Mendorong penegakan hukum berlapis menggunakan Pasal 340 jo Pasal 53 KUHP tentang percobaan pembunuhan berencana serta pasal relevan lainnya.
- Mendesak pengusutan hingga ke aktor intelektual.
- Menuntut reformasi sistem peradilan militer agar lebih transparan dan akuntabel.
- Mendorong regulasi ketat terkait distribusi dan penjualan air keras.
- Mendesak pertanggungjawaban penuh TNI AD atas kematian warga di Kalideres.
- Mendesak pertanggungjawaban penuh TNI AL atas insiden peluru nyasar di Gresik serta pemulihan korban.
- Mengecam intimidasi terhadap keluarga korban dan menuntut jaminan keamanan.
- Mendesak Komnas HAM melakukan investigasi independen.
- Mendesak Presiden membentuk Tim Pencari Fakta Independen.
- Menuntut agar seluruh perkara diadili di peradilan umum.
- Mendesak Komisi III DPR RI bersikap tegas dalam fungsi pengawasan.
- Menuntut komitmen nyata pemerintah dalam penegakan HAM.
- Mendorong penegakan hukum berlapis dengan pasal-pasal dalam KUHP terbaru.
- Mendesak TNI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap personel.
- Mendesak DPRD Jawa Timur menjalankan fungsi pengawasan secara tegas.
- Mendesak DPRD Jawa Timur membentuk Panitia Khusus (Pansus).
- Mendesak DPRD Jawa Timur memanggil pihak terkait secara terbuka.
- Mendesak DPRD Jawa Timur berkoordinasi dengan DPR RI, khususnya Komisi III.
- Mendesak DPRD Jawa Timur mendorong kebijakan perlindungan warga sipil.
- Mendesak DPRD Jawa Timur memastikan pendampingan hukum dan pemulihan korban.
- Mendesak DPRD Jawa Timur menyatakan sikap tegas menolak impunitas dan berpihak pada keadilan.
Upaya Mahasiswa dalam Mengawal Kasus-Kasus Serius
BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali menyatakan akan terus mengawal perkembangan seluruh kasus hingga tercapai kepastian hukum yang adil dan berpihak kepada korban. Aksi ini sekaligus menegaskan konsistensi mahasiswa sebagai kekuatan moral dalam menjaga demokrasi serta memperjuangkan keadilan bagi masyarakat.***





