SOROTJATIM.COM – Perubahan mendadak dalam jadwal pelayaran kapal penyeberangan rute Bawean-Gresik telah memicu protes dari sejumlah calon penumpang. Manajemen kapal Express Bahari mengubah waktu keberangkatan secara sepihak, tanpa memberikan sosialisasi yang cukup kepada masyarakat.
Penumpang Kelabakan Akibat Perubahan Jadwal
Sebelumnya, kapal Bawean-Gresik berangkat pada pukul 09.00 WIB. Namun kini, jadwal tersebut dipindahkan menjadi pukul 07.00 WIB. Hal ini membuat banyak penumpang terkejut dan kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.
Sapnawi (54), salah satu warga asal Dusun Tambak Timur, Kecamatan Tambak, menyampaikan keluhan atas kebijakan ini. Ia menilai perubahan jadwal sangat tidak manusiawi, terutama bagi warga yang tinggal di pelosok desa atau pulau-pulau kecil sekitar Bawean.
“Bagaimana nasib penumpang yang berada di pelosok desa atau di Pulau Gili Timur? Kami harus berangkat ke pelabuhan pukul 05.00 WIB tepat setelah salat Subuh. Ini sangat merugikan,” ujar Sapnawi, Senin (27/4/2026).
Banyak penumpang yang tidak bisa mengejar kapal karena terlambat tiba di pelabuhan. Beberapa bahkan gagal berangkat karena kehilangan barang bawaan atau kurangnya persiapan.
Alasan Perubahan Jadwal dari Pihak Manajemen
Menanggapi keluhan warga, Revan, pimpinan Kantor Express Bahari Cabang Gresik, memberikan penjelasan melalui WhatsApp. Menurutnya, keputusan untuk memajukan jadwal adalah langkah preventif.
“Perubahan jadwal ini hanya untuk antisipasi jika seandainya cuaca berubah. Perubahan cuaca buruk dominannya terjadi pada siang hari. Kapal dimajukan agar bisa tiba di pelabuhan tujuan sekitar pukul 12.00 WIB,” jelas Revan.
Meskipun alasan tersebut diberikan, kurangnya koordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik membuat kebijakan ini menjadi kontroversial. Warga menuntut agar jadwal dikembalikan ke pukul 09.00 WIB yang dinilai lebih ideal untuk kebutuhan masyarakat.
Tantangan Transportasi Laut di Daerah Terpencil
Kebijakan perubahan jadwal ini juga menyoroti tantangan transportasi laut di daerah terpencil seperti Bawean. Banyak warga yang tinggal di pelosok desa dan pulau-pulau kecil bergantung pada kapal penyeberangan sebagai sarana utama untuk bepergian.
Kehadiran kapal yang terjadwal secara rutin menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan dan efisiensi transportasi. Perubahan mendadak seperti ini dapat mengganggu aktivitas harian warga, terutama mereka yang bekerja di luar pulau.
Masa Depan Transportasi Laut yang Lebih Baik
Masyarakat kini menantikan kebijakan lebih lanjut dari pihak manajemen kapal agar efisiensi transportasi laut tidak mengorbankan kenyamanan para penggunanya. Diperlukan komunikasi yang lebih baik antara pihak pengelola kapal dengan masyarakat serta instansi terkait.






