Perjalanan Panjang Vidi Aldiano dalam Menghadapi Kanker Ginjal

SOROTJATIM.COM – Vidi Aldiano, penyanyi yang dikenal dengan lagu “Nuansa Bening”, telah menjalani perjuangan panjang melawan kanker ginjal. Dalam beberapa kesempatan, ia secara terbuka berbagi pengalamannya menghadapi penyakit ini, yang menjadi bagian dari hidupnya selama bertahun-tahun.

Perjalanan perjuangannya dimulai pada Desember 2019, ketika ia didiagnosis menderita kanker ginjal jenis Renal Cell Carcinoma stadium tiga setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di Singapura. Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah ia merasakan tekanan darah tinggi yang tidak biasa. Hasil medis menunjukkan adanya massa tumor pada ginjal sebelah kiri, sehingga membuatnya harus menjalani operasi pengangkatan ginjal secara total.

Tindakan medis berupa nefektomi atau pengangkatan ginjal kiri tersebut dilakukan pada Desember 2019. Setelah operasi, kondisi Vidi sempat dinyatakan bersih dari sel kanker. Namun, perjalanan kesehatannya tidak berhenti di sana. Beberapa tahun kemudian, sel kanker kembali terdeteksi di dalam tubuhnya. Saat itu, Vidi telah menikah dengan aktris Sheila Dara Aisha.

Sekitar tahun 2022, dokter menemukan bahwa sel kanker tersebut telah mengalami metastasis atau penyebaran ke beberapa titik di rongga perut. Sejak saat itu, Vidi harus menjalani perawatan intensif untuk menahan laju perkembangan penyakit tersebut. Pada tahun 2023, ia menjalani terapi medis secara rutin setiap tiga minggu sekali. Ia bahkan menyebut proses tersebut dengan istilah positif, yakni “Spa Day”.

Istilah “Spa Day” yang kerap ia bagikan kepada para penggemarnya sebenarnya merujuk pada sesi kemoterapi dan pengobatan rutin yang dijalani untuk memperlambat perkembangan sel kanker di tubuhnya. Dalam upaya memperjuangkan kesehatannya, Vidi juga mencoba berbagai metode pengobatan lain, baik melalui pendekatan medis konvensional maupun alternatif di luar negeri.

Pada awal 2024, penyanyi tersebut diketahui menjalani perawatan di Koh Samui, Thailand dengan metode yang berfokus pada detoksifikasi tubuh serta pemulihan secara holistik. Kemudian sepanjang 2025, ia juga beberapa kali melakukan perjalanan ke Penang, Malaysia untuk mendapatkan akses obat baru yang saat itu belum tersedia di Indonesia.

Selama menjalani proses pengobatan tersebut, Vidi sempat mengalami berbagai efek samping. Salah satunya adalah takikardia, yaitu kondisi denyut jantung yang sangat cepat bahkan ketika tubuh sedang beristirahat. Selain itu, ia juga kerap merasakan nyeri yang datang dan pergi akibat perkembangan kanker di dalam tubuhnya.

Pada November 2025, Vidi akhirnya memutuskan untuk mengambil hiatus dari dunia hiburan. Keputusan itu diambil agar ia dapat sepenuhnya fokus menjalani perawatan kesehatan. Langkah tersebut menjadi momen penting bagi Vidi untuk memberikan perhatian penuh pada kondisi tubuhnya yang terus mengalami penurunan.

Menjelang enam tahun sejak diagnosis awal kanker, ia sempat membagikan refleksi emosional tentang perjalanan hidupnya dalam menghadapi penyakit tersebut. Dalam pesan yang menyentuh, penyanyi 36 tahun itu menyebut penyakit yang dialaminya sebagai hadiah dari Tuhan yang mengajarkannya arti syukur dan makna kehidupan.

Setelah melalui perjuangan panjang melawan kanker selama lebih dari enam tahun, Vidi Aldiano akhirnya mengembuskan napas terakhir di Jakarta pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia hiburan Tanah Air yang harus melepas salah satu musisi berbakat sekaligus figur inspiratif bagi banyak orang.

Semasa hidup, Vidi dikenal sebagai sosok yang aktif menyuarakan pentingnya deteksi dini kanker serta kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Ia meninggalkan warisan yang akan terus diingat oleh banyak orang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *