SOROTJATIM.COM – Tim sepak bola Middlesbrough sedang mempersiapkan diri secara mendalam menjelang pertandingan krusial melawan Millwall. Pelatih tim, Kim Hellberg, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan analisis menyeluruh terhadap ancaman yang dihadirkan oleh pemain lawan, khususnya Josh Coburn. Mantan pemain Middlesbrough ini kini menjadi bagian dari Millwall dan dalam performa terbaiknya, yang menimbulkan kekhawatiran bagi pelatih asal Swedia tersebut.
Hellberg menjelaskan bahwa ia telah berdiskusi dengan beberapa staf lama yang pernah bekerja sama dengan Coburn. Tujuan dari diskusi ini adalah untuk memahami gaya bermain dan karakteristik penyerang tersebut. Meskipun demikian, Hellberg tetap melakukan analisis mandiri seperti biasanya untuk setiap pertandingan. Ia menekankan pentingnya memahami cara lawan bermain sebagai tim dan bagaimana individu tertentu berkontribusi pada strategi mereka.
>“Kami sering melihatnya bermain,” ujar Hellberg merujuk pada Coburn. Ia menambahkan, “Saya pikir yang terpenting adalah seberapa banyak Anda menonton dan memahami cara mereka bermain sebagai tim dan bagaimana dia sebagai seorang pemain.”
Josh Coburn, yang berusia 20 tahun, meninggalkan Middlesbrough pada musim panas dan kembali dalam kondisi prima. Dalam empat pertandingan terakhirnya bersama Millwall, ia berhasil mencetak tiga gol, membuat timnya hanya terpaut dua poin di bawah Middlesbrough di klasemen Championship. Hellberg mengakui bahwa Coburn adalah pemain yang bagus, pekerja keras, memiliki kekuatan fisik, dan rajin berlari. Ia menilai Coburn sebagai ancaman nyata yang harus diwaspadai.
Masalah Produktivitas Gol dan Tantangan Tim
Di sisi lain, Middlesbrough sendiri menghadapi tantangan dalam hal produktivitas gol. Tim asuhan Hellberg sering kesulitan membongkar pertahanan lawan yang menerapkan strategi ‘low-block’. Meski mampu menciptakan banyak peluang, mereka sering gagal menyelesaikan peluang menjadi gol. Hal ini semakin diperparah dengan absennya mayoritas pemain depan yang harus bergabung dengan tim nasional selama jeda internasional dua minggu. Akibatnya, Hellberg lebih banyak bekerja dengan pemain belakang daripada penyerang.
Selain itu, Hellberg juga mengakui bahwa pertahanan bola mati menjadi area yang sering menyulitkan timnya. Isu ini kemungkinan besar akan menjadi ancaman spesifik dari Millwall dalam pertandingan mendatang. Oleh karena itu, persiapan khusus telah dilakukan untuk mengatasi kelemahan tersebut.
“Kami telah melakukan pekerjaan yang baik dalam persiapan pertandingan, seperti yang kami lakukan di setiap pertandingan,” ujar Hellberg. Ia melanjutkan, “Kami selalu mencoba memperkuat hal-hal negatif kami, melihat negatif tim lawan, dan mencoba menambahkan apa yang menjadi keunggulan kami.”
Persiapan Optimal untuk Pertandingan Mendatang
Hellberg menekankan pentingnya persiapan optimal, baik untuk bola mati maupun permainan terbuka, demi meraih kemenangan dan terus berkembang. Ia menegaskan bahwa bola mati akan menjadi bagian besar dari pertandingan yang akan dimainkan, seperti yang biasanya terjadi dalam sepak bola modern.
“Bola mati, saya yakin, akan menjadi bagian besar — selalu menjadi bagian besar — dalam pertandingan yang kami mainkan, dan dalam pertandingan sepak bola pada umumnya,” tutup Hellberg. Ia menambahkan, “Kami harus bertahan dengan baik, dan kami juga harus bagus saat menyerang dari bola mati.”***





