IHSG Pergerakan Pasar Saham Setelah Libur Imlek

SOROTJATIM.COM – Setelah libur panjang Tahun Baru Imlek, perdagangan saham kembali berjalan normal di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kebijakan ini mengacu pada cuti bersama yang diberlakukan pada 16 Februari dan perayaan Tahun Baru Imlek pada 17 Februari. Bursa memastikan aktivitas perdagangan kembali berjalan sebagaimana biasanya setelah masa libur tersebut.

Pergerakan pasar selama periode sebelum libur menunjukkan penguatan. Dalam seminggu terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik sebesar 3,49 persen, mencapai level 8.212,271 dari posisi sebelumnya di 7.935,260. Meski demikian, tren musiman pada bulan Februari sering kali diwarnai pelemahan. Namun, para analis menyatakan bahwa hal ini tidak mengurangi prospek jangka menengah pasar.

Prospek Jangka Menengah Pasar Saham

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa meskipun IHSG dalam kondisi negatif pada Februari tahun ini, secara historis indeks ini tetap dalam keadaan positif. “Secara rata-rata 25 tahun terakhir, IHSG masih dalam keadaan bullish,” ujarnya.

Menurut Nafan, pelemahan pasar bisa menjadi peluang untuk akumulasi saham yang memiliki fundamental kuat. “Investor bisa memanfaatkan momentum bottom fishing dengan memperhatikan saham-saham yang berfundamental solid dan valuasi yang sudah terdiscount,” tambahnya.

Selain itu, momentum Imlek yang berlanjut hingga Ramadan dan Lebaran dinilai dapat memberikan katalis positif bagi pergerakan saham. “IHSG masih prospektif dalam menyambut momentum Imlek, Ramadan, maupun Lebaran,” ujarnya.

Karakteristik Pasar di Tahun Kuda Api

Tahun 2026, yang dikenal sebagai Tahun Kuda Api, dianggap sebagai periode perubahan karakter pasar. Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia, menjelaskan bahwa transisi menuju Tahun Kuda Api melibatkan percepatan aktivitas pasar sekaligus peningkatan risiko volatilitas.

Dalam laporan mereka, Kiwoom Sekuritas menyoroti bahwa investor tidak lagi cukup mengandalkan strategi pasif. “Di tahun Kuda Api, berdiam diri adalah risiko terbesar. Bergeraklah cepat atau Anda akan tersapu oleh laju pasar,” ujar Liza.

Kombinasi elemen “api” dan “kuda” melambangkan transformasi, ekspansi, dan kompetisi. Strategi investasi cenderung bergeser dari pendekatan buy and hold menuju rebalancing aktif dan pemanfaatan momentum sektor.

Sektor Potensial di Tahun Kuda Api

Laporan Kiwoom Sekuritas menyoroti beberapa sektor yang memiliki potensi akselerasi, antara lain:

– Ekosistem digital

– Infrastruktur digital

– Teknologi berbasis kecerdasan buatan

– Sektor transisi energi

– Komoditas strategis

– Industri berbelanja modal besar

– Emiten terkait agenda strategis nasional

Namun, akselerasi ini juga diiringi risiko overheating yang dapat memicu pembalikan arah tajam. Oleh karena itu, disiplin manajemen risiko dan pengambilan keuntungan tetap menjadi faktor penting.

Rekomendasi Saham di Tahun Kuda Api

Kiwoom Sekuritas merinci beberapa emiten yang layak dipertimbangkan pada tahun Kuda Api, antara lain:

– BMRI

– BTPS

– INKP

– ERAL

– JPFA

– INET

– TRIN

– ENRG

– TLKM

– RMKE

Meski demikian, keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *