SOROTJATIM.COM – Tes Kompetensi Akademik (TKA) menjadi salah satu elemen penting dalam proses pendidikan siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP. Dalam rangka memastikan kelancaran pelaksanaannya, pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) telah melakukan berbagai persiapan, termasuk simulasi yang diperlukan untuk membantu siswa lebih siap menghadapi ujian.
>Pentingnya Simulasi dalam Menghadapi TKA
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menekankan bahwa simulasi adalah langkah penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi TKA. Ia menyampaikan bahwa simulasi tidak hanya memberikan gambaran tentang jenis soal, tetapi juga membantu siswa memahami pola pikir dan strategi mengerjakan soal.
“Simulasi itu penting. Ada soal-soal Matematika yang logika, trik-trik mengerjakan soal. Kalau sudah hafal model soal akan tahu bagaimana cara mengerjakannya,” kata Wamendikdasmen Fajar saat meninjau kesiapan sekolah di Kabupaten Karangasem, Bali.
Pendekatan Pembelajaran yang Lebih Kritis
Selain simulasi, Wamendikdasmen Fajar juga menekankan bahwa TKA bukan sekadar tes nilai, tetapi bagian dari proses belajar yang bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa secara lebih mendalam. Ia menjelaskan bahwa TKA dirancang untuk melatih kemampuan berpikir kritis, logis, dan aplikatif.
“Kalau adik-adik sudah paham tujuan TKA, berarti itu sudah berhasil. Adik-adik paham apa inti dari TKA itu, dengan model soal yang di TKA lebih cocok dengan kebutuhan, lebih kritis, logis, aplikatif,” jelasnya.
Jadwal Pelaksanaan TKA 2026
Program TKA 2026 akan dilaksanakan secara digital untuk siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP. Berikut jadwal pelaksanaannya:
– TKA SD: 20 April hingga 30 April 2026
– TKA SMP: 6 April hingga 16 April 2026
Proses asesmen akan dilakukan secara online dengan memperhatikan infrastruktur dan kondisi daerah. Hasil TKA akan diumumkan pada 24 Mei 2026 setelah diolah antara 18 Mei hingga 23 Mei 2026.
TKA sebagai Alat Evaluasi dan Seleksi
Meskipun TKA tidak menentukan kelulusan siswa, hasilnya dapat digunakan sebagai indikator seleksi jalur prestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Selain itu, TKA juga menjadi alat untuk memverifikasi capaian pembelajaran yang tercantum dalam rapor siswa.
“Hasil TKA justru dapat dimanfaatkan sebagai salah satu indikator seleksi dalam jalur prestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, sekaligus sebagai alat untuk memverifikasi capaian pembelajaran yang tercermin dalam rapor,” ujar Wamendikdasmen Fajar.
Persiapan Infrastruktur dan Sosialisasi
Pemerintah juga sedang memastikan kesiapan infrastruktur teknologi untuk mendukung pelaksanaan TKA secara digital. Selain itu, sosialisasi kepada siswa dan guru dilakukan secara intensif agar semua pihak memahami tujuan dan mekanisme TKA.
Dalam dialog dengan siswa, Wamendikdasmen Fajar menekankan pentingnya sikap percaya diri dan tidak merasa tertekan saat menghadapi TKA. Ia menegaskan bahwa TKA adalah bagian dari proses belajar dan bukan sekadar tes akhir.
Rekomendasi untuk Siswa dan Orang Tua
Bagi siswa dan orang tua, beberapa hal penting perlu diperhatikan:
– Ikuti simulasi TKA secara aktif untuk memahami pola soal
– Fokus pada pemahaman konsep, bukan hanya hafalan
– Jaga kesehatan fisik dan mental sebelum pelaksanaan TKA
– Gunakan hasil TKA sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kompetensi
Dengan persiapan yang matang dan pendekatan yang tepat, TKA 2026 diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa dan sistem pendidikan nasional.***





