Bakom RI, Peran Media Digital dalam Komunikasi Publik Pemerintah

SOROTJATIM.COM – Dalam era digital yang semakin berkembang, komunikasi publik mengalami perubahan signifikan. Masyarakat kini lebih akrab dengan media sosial dan platform digital sebagai sumber informasi utama. Hal ini memicu pemerintah untuk beradaptasi dengan cara baru dalam menyampaikan pesan ke masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melibatkan media digital dalam ekosistem komunikasi resmi.

Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Republik Indonesia melakukan pendekatan terhadap sejumlah media digital yang dikenal sebagai “homeless media”. Meski belum memiliki struktur kelembagaan formal, banyak dari mereka telah berkembang menjadi entitas yang stabil dengan pengikut dan konten yang menarik. Bakom RI mengakui bahwa media digital kini menjadi bagian penting dari komunikasi publik yang efektif dan relevan.

Daftar Media Digital yang Terlibat

Beberapa media digital yang disebut oleh Bakom RI dalam konferensi pers mencakup berbagai platform dengan basis pengguna yang sangat besar. Beberapa di antaranya seperti Narasi, CXO Media, Folkative, Indozone, USS Feeds, dan Kok Bisa. Setiap media ini memiliki ciri khas dan audiens yang berbeda, tetapi semuanya memiliki potensi untuk menyebarkan informasi secara luas.

Daftar lengkap media digital yang disebut dalam konferensi pers meliputi:
– Folkative: IG @folkative

– Indozone: IG @indozone.id

– Dagelan: IG @dagelan

– Indomusikgram: IG @indomusikgram

– Infipop: IG @infipop.id

– Narasi: IG @narasinewsroom

– Muslim Folks: IG @muslimfolks.id

– USS Feeds: IG @ussfeeds

– Bapak-Bapak ID: IG @bapak2id

– Menjadi Manusia: IG @menjadimanusia.id

– GNFI: IG @gnfi

– Cretivox: IG @cretivox

– Kok Bisa: IG @kokbisa

– Taubatters: IG @taubatters

– Pandemic Talks: IG @pandemictalks

– Kawan Hawa: IG @kawanhawa

– Volix: IG @volix.media

– Ngomongin Uang: IG @ngomonginuang

– Big Alpha: IG @bigalphaid

– Good Stats: IG @goodstats.id

– Hai Dudu: IG @hai.dudu

– Proud Project: IG @proud.project

– Vibiz: IG @vibizmedia

– Unframed: IG @unframed.it

– Kumpul Leaders: IG @kumpul.leaders

– CXO Media: IG @cxomedia

– The Maple Media: IG @themaplemedia

– How to be Nothing: IG @htbn.id

– Everest Media: IG @everestmedia.id

– Geometry Media: IG @geometrymedia

– Folks Daily

– Dream: IG @dreamcoid

– Melodi Alam: IG @melodi.alam

– NKTSHI

– Modestalk: IG @modestalk.id

– Lead Media: IG @lead.co.id

– Nalar TV: IG @redaksinalartv

– Mahasiswa dan Jakarta: IG @mahasiswadanjakarta

– Notch Plus

– Mature Indonesia: IG @mature.idn

Tantangan dan Tanggapan dari Media Digital

Meskipun bakom RI menyatakan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas komunikasi publik, beberapa media digital memberikan respons yang berbeda. Misalnya, Ngomongin Uang menegaskan bahwa mereka tidak pernah menerima undangan atau melakukan komunikasi apapun dengan Bakom RI. Mereka menilai klaim bahwa mereka digandeng sebagai mitra pemerintah sebagai informasi yang tidak benar.

Sementara itu, Big Alpha juga membantah informasi bahwa mereka terlibat dalam pembentukan forum Indonesia New Media Forum (INMF). Mereka menekankan bahwa INMF bukanlah forum yang dibentuk oleh pemerintah, melainkan sebuah forum independen yang lahir dari inisiatif para pelaku media digital sendiri.

Narasi, salah satu media yang disebut dalam konferensi pers, juga memberikan klarifikasi bahwa mereka tidak terlibat dalam pertemuan atau acara terkait INMF. Mereka menegaskan bahwa Narasi merupakan media resmi yang terdaftar dan terverifikasi Dewan Pers.

Potensi dan Dampak Jangka Panjang

Keterlibatan media digital dalam komunikasi publik memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas penyampaian pesan pemerintah. Dengan jumlah pengikut hingga puluhan juta dan tayangan bulanan yang mencapai miliaran, media digital dapat menjadi alat yang efektif untuk menjangkau masyarakat secara luas.

Namun, hal ini juga menimbulkan tantangan, terutama dalam menjaga objektivitas dan kredibilitas informasi. Keterlibatan media digital dalam agenda komunikasi pemerintah harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan persepsi bahwa media tersebut hanya menjadi alat propaganda pemerintah.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *