SOROTJATIM.COM – Perayaan Paskah menjadi momen penting bagi umat Kristiani di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tahun ini, perayaan tersebut dirayakan dengan penuh makna dan kekhusyukan, sebagai bentuk penghargaan terhadap iman dan harapan akan kedamaian. Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyampaikan ucapan selamat Paskah kepada seluruh umat beragama, khususnya yang merayakan hari besar ini.
Menag menekankan bahwa perayaan Paskah bukan hanya sekadar ritual agama, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kerukunan antarumat beragama. “Saya berharap perayaan Paskah membawa keberkahan bagi seluruh umat dan bangsa. Semoga kita semua terus merawat kebersamaan dalam keberagaman demi Indonesia yang rukun dan damai,” ujarnya.
>Paskah sendiri merupakan perayaan utama dalam kalender gereja, yang dimulai dari masa Prapaskah selama 40 hari. Selama masa ini, umat Kristiani melakukan refleksi, doa, dan penyesuaian diri untuk menyambut perayaan Minggu Palma, Trihari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Vigili), hingga tiba hari Paskah. Setiap tahap dalam proses ini memiliki makna mendalam, baik secara spiritual maupun sosial.
“Rangkaian ibadah ini semakin meneguhkan umat Kristiani dalam sukacita iman, pengharapan, dan kasih Tuhan. Semoga setiap orang dapat merasakan kehangatan dan ketenangan yang dibawa oleh perayaan ini,” tambah Menag.
Momen Kebersamaan dalam Keberagaman
Perayaan Paskah juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk bersatu dalam keragaman. Di tengah dinamika sosial yang sering kali mengarah pada perbedaan, momen seperti ini menjadi sarana untuk menjaga harmoni dan saling menghormati. Menag menilai bahwa keberagaman adalah kekayaan yang harus dijaga, bukan ancaman.
Ia menegaskan bahwa setiap individu, baik dari latar belakang agama, budaya, maupun suku, memiliki peran penting dalam membangun bangsa yang lebih baik. “Mari kita bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih bagi semua,” ajaknya.
Selain itu, perayaan Paskah juga memberikan ruang bagi umat Kristiani untuk memperkuat keyakinan mereka melalui doa, ibadah, dan perayaan bersama. Hal ini tidak hanya memperdalam hubungan dengan Tuhan, tetapi juga memperkuat ikatan antara sesama manusia.
Kepedulian terhadap Kualitas Layanan dan Kesejahteraan
Tidak hanya fokus pada aspek spiritual, Menag juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas layanan publik, terutama dalam situasi yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Ia menegaskan bahwa kebijakan seperti work from home (WFH) tidak boleh mengurangi standar pelayanan masyarakat.
“Saya berharap semua pihak bisa menjaga profesionalisme dan tanggung jawab, terutama dalam menghadapi tantangan yang ada,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan dukungan terhadap upaya-upaya yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemerintah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas serta kesejahteraan bangsa. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, Indonesia diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan dengan tenang dan percaya diri.
Perayaan Paskah tahun ini menjadi simbol harapan, ketenangan, dan persatuan. Melalui pesan-pesan yang disampaikan oleh Menag, terlihat jelas bahwa keberagaman dan kerukunan adalah fondasi penting dalam membangun bangsa yang lebih baik. Dengan semangat iman dan kebersamaan, seluruh masyarakat diharapkan mampu menjaga perdamaian dan kemajuan bersama.





