Perjalanan Kapal Tanker Malaysia Melintasi Selat Hormuz: Tanda Kedekatan Diplomasi dengan Iran

SOROTJATIM.COM – Kapal tanker yang membawa minyak mentah dari Irak telah berhasil melintasi Selat Hormuz menuju Johor, Malaysia. Ini menjadi peristiwa penting yang menunjukkan hubungan diplomatik antara dua negara tersebut. Pengumuman ini dilakukan oleh Kedutaan Besar Iran di Kuala Lumpur melalui platform media sosial X, yang menyatakan bahwa “Republik Islam Iran tidak melupakan teman-temannya.”

Pelayaran Kapal dan Dukungan dari Iran

Kapal bernama Ocean Thunder yang melakukan perjalanan ini mengangkut sekitar satu juta barel minyak mentah Basrah Heavy. Data dari Kpler menunjukkan bahwa kapal tersebut diperkirakan akan tiba di Pengerang, Johor, pada pertengahan April. Kapal ini disewa oleh unit Petronas, yaitu Petco, dan termasuk dalam tujuh kapal yang mendapatkan izin dari Iran untuk melintasi Selat Hormuz.

Dua narasumber kepada Reuters mengungkapkan bahwa tujuh kapal tersebut terkait dengan perusahaan-perusahaan Malaysia seperti Petronas, Vantris Energy, dan MISC. Hal ini menunjukkan bahwa kerja sama antara Malaysia dan Iran semakin kuat, terutama dalam hal keamanan dan pengangkutan energi.

Hubungan Diplomasi yang Kuat

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, atas izin yang diberikan kepada kapal tanker minyak Malaysia untuk melintasi Selat Hormuz. Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, menjelaskan bahwa hal ini merupakan hasil dari “hubungan diplomatik yang baik dengan pemerintah Iran.”

Filipina juga mencapai kesepakatan dengan Iran, dengan Menteri Luar Negeri Filipina, Theresa Lazaro, menyatakan bahwa kesepakatan tersebut sangat penting untuk memastikan pasokan energi dan pupuk. Negara ini mengimpor 98% minyaknya dari Timur Tengah dan telah menetapkan keadaan darurat energi nasional setelah harga bensin meningkat tajam.

Perspektif Ekonomi dan Politik

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup. Namun, ia menyatakan bahwa kapal-kapal yang terkait dengan negara-negara yang dianggap sebagai musuh atau pihak yang terlibat dalam konflik saat ini tidak akan diizinkan melintas. Ia menekankan bahwa kawasan ini adalah zona perang, dan tidak ada alasan untuk mengizinkan kapal-kapal milik musuh dan sekutu mereka melintas.

Roger Fouquet dari Energy Studies Institute, National University of Singapore, menyatakan bahwa Filipina, yang sering dipandang sebagai sekutu AS, menunjukkan bahwa Iran “bersedia melakukan pemisahan.” Ia menambahkan bahwa Iran tampaknya membedakan antara aliansi sebuah negara dan partisipasi aktifnya dalam konflik.

Kapal Indonesia dan Proses Diplomasi

Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping (PIS), Vega Pita, menyatakan bahwa pihaknya bersama Kementerian Luar Negeri Indonesia sedang membahas teknis pembebasan dua kapal tanker Pertamina yang masih terjebak di Selat Hormuz. Ia menyebut bahwa pemerintah mulai membahas teknis pembebasan kapal usai pemerintah Iran memberi respons positif atas upaya negosiasi Indonesia.

Vega menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemlu dan menjelaskan bahwa PIS berkoordinasi secara intensif dengan Kemlu selama dua kapal tersebut terjebak akibat perang AS-Israel di Iran.

Tantangan dan Ketidakpastian

Belum jelas dalam kondisi apa sejumlah kapal berhasil melalui Selat Hormuz—dan apakah mereka membayar untuk melintasi selat tersebut. Ekonom energi Roc Shi dari University of Technology Sydney mencatat bahwa meskipun kesepakatan sejumlah negara dan pemerintah Iran menandai “terobosan diplomatik,” itu bukanlah penyelesaian masalah. Masih belum diketahui seberapa lama jaminan-jaminan ini akan bertahan dan bagaimana operasi militer di kawasan tersebut akan memengaruhinya.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan Iran jika negara itu tidak membuka Selat Hormuz bagi semua kapal.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *