SOROTJATIM.COM – Merek minuman teh ternama, Menantea, akan menutup seluruh gerainya pada 25 April 2026. Informasi ini diumumkan melalui akun Instagram resmi @menantea.toko, yang menjadi salah satu cara untuk menyampaikan pesan kepada pelanggan setia. Penutupan ini menandai akhir dari perjalanan lima tahun yang penuh tantangan bagi bisnis tersebut.
>Kesulitan Awal dan Perencanaan yang Tidak Matang
Salah satu pendiri Menantea, Jehian Panangian Sijabat, mengungkapkan bahwa kesulitan utama berasal dari kurangnya riset latar belakang terhadap mitra bisnis sejak awal. Ini memicu berbagai masalah operasional, seperti keluhan mitra di lapangan, tagihan supplier yang belum dibayar, kesalahan laporan pajak, hingga indikasi fraud dalam manajemen.
“Seiring berjalannya waktu, kami menemukan kesalahan dalam operasional Menantea,” kata Jehian. Ia juga menjelaskan bahwa pengawasan internal tidak berjalan optimal karena audit keuangan tidak dilakukan secara rutin.
Upaya Perbaikan dan Dampak yang Tak Terhindarkan
Meskipun manajemen telah berupaya melakukan perbaikan, termasuk audit investigasi, komunikasi dengan mitra, pembayaran kewajiban kepada karyawan, pelunasan utang supplier, serta penyelesaian pajak, upaya tersebut tidak cukup untuk mengembalikan kepercayaan pelanggan dan mitra.
Jehian dan Jerome Polin, sang pemilik bisnis, juga menggunakan dana pribadi untuk mendukung proses perbaikan selama dua tahun terakhir. Namun, mereka sadar bahwa hal tersebut tidak akan mengobati rasa kecewa mitra dan customer terhadap Menantea.
Keputusan Akhir dan Pelajaran Berharga
Manajemen akhirnya memutuskan menghentikan operasional untuk mencegah kerugian lebih besar bagi pihak terkait. Keputusan ini juga berkaitan dengan proses audit investigasi dan pembahasan pajak yang masih berjalan.
Selain itu, Jehian menjelaskan bahwa ia tidak dapat mempertahankan gerai yang masih beroperasi karena hak merek Menantea dimiliki oleh empat pendiri awal. “Sekali lagi, ini adalah pelajaran yang sangat berharga. Bekal untuk kami pergunakan sebaik-baiknya di masa depan,” ujarnya.
Promo Perpisahan dan Dukungan Pelanggan
Menjelang penutupan, gerai yang masih beroperasi menggelar promo spesial. Menantea menawarkan harga Rp 10.000 per cup dan Rp 15.000 per cup untuk cabang Papua sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan.
“Sebagai penutupan perpisahan kami, dalam 15 hari terakhir ini, MenanTeam ingin memberikan kado spesial untuk kalian,” tulis akun tersebut. Meski demikian, banyak pelanggan mengungkapkan kekecewaan atas penutupan ini, yang dinilai terlalu mendadak dan tanpa pemberitahuan yang jelas.
Masa Depan Bisnis dan Harapan
Penutupan Menantea menjadi pelajaran penting bagi para pengusaha lain, terutama dalam hal perencanaan dan pengelolaan bisnis. Bagi Jehian dan Jerome Polin, ini bukan akhir, tetapi awal dari langkah baru yang lebih matang dan berkelanjutan.
Dengan pengalaman ini, mereka berharap bisa membawa pelajaran berharga ke dunia bisnis yang lebih luas, baik dalam hal manajemen keuangan, pengawasan internal, maupun hubungan dengan mitra bisnis. Semoga masa depan mereka akan lebih cerah dan sukses.





