SOROTJATIM.COM – Pendataan Data Terpadu Sistem Ekonomi Nasional di Surabaya (DTSEN Surabaya) masih menyisakan persoalan besar. Hingga pertengahan Februari 2026, tercatat 181.867 kepala keluarga (KK) belum berhasil diverifikasi.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mengungkapkan angka tersebut memang terus menurun, namun tetap menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah kota.
“Awalnya ada 250 ribu lebih KK yang belum ditemukan. Setelah koordinasi, turun menjadi 197 ribu, dan sekarang 181 ribu. Artinya ada penurunan signifikan,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Setiap Hari Ratusan KK ‘Muncul’, Ini Penyebabnya
Di balik penurunan angka tersebut, terdapat fakta menarik. Setiap hari, rata-rata 524 KK baru berhasil ditemukan dan diverifikasi.
Proses ini melibatkan aparatur sipil negara (ASN) yang turun langsung ke lapangan, meski sebagian tidak memiliki latar belakang sebagai surveyor.
“ASN kita luar biasa. Meski bukan surveyor, setelah pembekalan singkat mereka bisa menemukan ratusan KK setiap hari,” kata Cak Yebe, sapaan akrabnya.
Migrasi dan Penolakan Warga Jadi Penghambat
Namun di sisi lain, proses validasi tidak berjalan mulus. Mobilitas penduduk yang tinggi menjadi kendala utama.
Perpindahan warga antar kelurahan, kecamatan, hingga keluar kota sering kali tidak tercatat secara sistematis, sehingga menyulitkan verifikasi.
Tak hanya itu, penolakan juga terjadi di sejumlah kawasan elite.
“Ada penolakan survei di perumahan menengah ke atas dan apartemen. Ini juga jadi kendala serius,” ungkapnya.
NIK Bisa ‘Ditertibkan’, Warga Diminta Segera Cek Data
Sebagai langkah percepatan, DPRD Surabaya mengusulkan penertiban sementara Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi warga yang belum terkonfirmasi.
Kebijakan ini diharapkan dapat memicu kesadaran masyarakat untuk segera melakukan validasi.
“Kalau tidak terkonfirmasi, NIK bisa ditertibkan sementara agar ada respons dari warga,” tegasnya.
Peran RT/RW Dinilai Kunci DTSEN Surabaya
Dari hasil reses, Cak Yebe menemukan bahwa banyak ketua RT dan RW belum memahami secara utuh tentang DTSEN.
Padahal, mereka merupakan ujung tombak dalam penyebaran informasi ke masyarakat.
“Kalau 1.360 RW dan 9.149 RT bergerak, dampaknya akan luar biasa. Informasi bisa cepat sampai ke warga,” katanya.
Target Rampung 31 Maret, Warga Diminta Aktif
Pemerintah Kota Surabaya menargetkan validasi 1.026.192 KK rampung sebelum 31 Maret 2026.
Untuk mencapai target tersebut, masyarakat diminta aktif melakukan pengecekan mandiri melalui laman resmi cekin.surabaya.go.id.
“Kalau warga aktif seperti saat DPT Online pemilu, saya optimistis target ini bisa tercapai,” pungkasnya.***





