SOROTJATIM.COM – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan layanan penyeberangan yang lebih intensif pada hari Kamis, 2 April 2026. Khususnya untuk rute Sabang–Banda Aceh, terdapat delapan trip perjalanan yang akan beroperasi. Layanan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan wisatawan yang ingin melakukan perjalanan antar dua kota tersebut.
>Armada yang Disiapkan untuk Rute Sabang-Banda Aceh
Dua armada utama yang digunakan adalah KMP BRR dan KMP Aceh Hebat 2. Kedua kapal ini akan menjadi penghubung utama antara Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh dan Pelabuhan Balohan di Sabang. Masing-masing pelabuhan akan melayani empat kali keberangkatan dalam sehari, sehingga memberikan fleksibilitas bagi penumpang dalam memilih waktu keberangkatan.
Jadwal Keberangkatan dari Banda Aceh ke Sabang
Keberangkatan dari Banda Aceh menuju Sabang dimulai pukul 08.00 WIB menggunakan KMP Aceh Hebat 2. Selanjutnya, pukul 11.00 WIB dilanjutkan dengan KMP BRR. Pukul 14.00 WIB kembali menggunakan KMP Aceh Hebat 2, dan terakhir pukul 17.00 WIB dengan KMP BRR. Jadwal ini dirancang agar penumpang memiliki pilihan waktu yang lebih baik.
Jadwal Keberangkatan dari Sabang ke Banda Aceh
Dari Sabang menuju Banda Aceh, keberangkatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan KMP BRR. Pukul 11.00 WIB menggunakan KMP Aceh Hebat 2, kemudian pukul 14.00 WIB kembali dengan KMP BRR, dan pukul 17.00 WIB menggunakan KMP Aceh Hebat 2. Pola jadwal ini mencerminkan keseimbangan operasional antara kedua pelabuhan.
Tarif Penyeberangan yang Tetap Sesuai Aturan
Tarif penyeberangan tetap mengacu pada ketentuan PT ASDP. Untuk dewasa, tarifnya sebesar Rp35.000. Bayi dikenakan biaya Rp4.200, sedangkan motor dikenakan biaya Rp68.000. Untuk mobil pribadi, tarifnya mencapai Rp457.000. Harga ini tidak mengalami perubahan meskipun jumlah trip meningkat.
Fungsi Rute Sabang-Banda Aceh dalam Mobilitas dan Pariwisata
Rute Sabang–Banda Aceh tidak hanya menjadi jalur vital bagi mobilitas warga, tetapi juga berperan penting dalam mendukung sektor pariwisata. Sabang merupakan destinasi unggulan di Aceh dengan daya tarik wisata bahari yang menarik banyak pengunjung. Dengan adanya peningkatan jumlah trip, akses ke daerah ini menjadi lebih mudah dan efisien.
Respons Masyarakat dan Pengelola Transportasi
Meningkatnya jumlah trip menunjukkan tingginya permintaan masyarakat terhadap transportasi laut di jalur tersebut. Pengelola transportasi seperti PT ASDP terus berupaya untuk memastikan layanan tetap lancar dan aman. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kenyamanan dan kepuasan para pengguna jasa.
Persiapan dan Koordinasi Antarpelabuhan
Koordinasi antara pelabuhan Ulee Lheue dan Balohan sangat penting dalam menjaga kelancaran operasional. Dengan sistem jadwal yang terstruktur, penumpang dapat lebih mudah merencanakan perjalanan mereka. Selain itu, persiapan armada dan staf juga dilakukan secara optimal untuk memastikan semua trip berjalan sesuai rencana.
Potensi Peningkatan Jumlah Penumpang
Dengan tambahan trip, potensi peningkatan jumlah penumpang sangat besar. Terlebih jika ada acara atau perayaan yang memengaruhi mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, pengelola transportasi harus siap menghadapi lonjakan penumpang dengan memperhatikan kualitas layanan dan keselamatan.
Layanan feri lintas Sabang–Banda Aceh yang ditingkatkan menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan wisatawan. Dengan jadwal yang lebih padat dan armada yang memadai, transportasi laut di wilayah ini semakin efektif dan nyaman. Ini juga menjadi langkah penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Aceh.***





