SOROTJATIM.COM – Jurnalis olahraga senior, Valentijn Driessen, memberikan kritik tajam terhadap performa Ajax Amsterdam setelah tim tersebut kalah 1-2 dari FC Twente. Kekalahan ini menjadi momen yang memicu kekecewaan Driessen terhadap kepemimpinan pelatih Óscar García, yang dianggap belum mampu membawa perubahan signifikan bagi klub.
>Driessen menilai bahwa kehadiran García tidak memberikan dampak positif pada performa tim. Dalam analisisnya, ia menyatakan keraguan terhadap kemampuan pelatih asal Spanyol itu dalam mengangkat kinerja Ajax di sisa musim ini. “Di Ajax, saya sudah tidak terkejut lagi dengan apa pun,” ujar Driessen. “Jadi, pelatih ini pun tidak bisa membuat tim berjalan dengan baik.”
Kinerja Tidak Membaik Meski Ada Perubahan Pelatih
Dari tiga pertandingan awal di bawah arahan García, Ajax hanya meraih satu kemenangan. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan pelatih tidak cukup untuk mengubah tren negatif yang terjadi sebelumnya. Driessen membandingkan situasi ini dengan era kepelatihan sebelumnya yang juga sering menjadi sasaran kritik publik.
“Awalnya Heitinga yang harus menanggung semua kritik, lalu giliran Fred Grim… Nah, pelatih asal Spanyol ini katanya bakal bisa mengatasinya sebentar dan situasinya akan membaik. Tapi dia sudah melatih tiga pertandingan dan hanya menang satu kali,” jelas Driessen. Ia merasa tidak terkesan dengan progres yang ditunjukkan oleh Ajax dalam beberapa pertandingan terakhir.
Ancaman Terlempar ke Playoff Liga Konferensi
Kekalahan dari FC Twente membuat Ajax tertahan di posisi kelima klasemen Eredivisie. Posisi ini identik dengan peringkat klub saat John Heitinga dipecat pada November lalu, yang menunjukkan adanya stagnasi prestasi di tubuh klub Amsterdam tersebut.
Driessen juga menyoroti kualitas permainan yang ditampilkan saat menghadapi Twente. “Situasinya sama sekali tidak membaik dan permainan melawan FC Twente juga tidak layak ditonton,” tambahnya. Meskipun Twente terorganisir dengan baik, performa Ajax tetap dinilai tidak memadai.
Risiko Besar Jika Tren Negatif Berlanjut
Driessen memperingatkan risiko besar yang dihadapi Ajax jika tren negatif ini terus berlanjut. Dengan selisih enam poin dari Feyenoord di posisi kedua, peluang Ajax untuk menembus zona Liga Champions kian menipis. “Bisa saja Ajax justru berakhir di babak playoff Liga Konferensi, karena situasinya memang sama sekali tidak berjalan baik,” ujarnya.
Dampak Kegagalan Strategi Manajemen
Situasi yang dialami Ajax saat ini mencerminkan tekanan besar yang dihadapi manajemen dalam mengambil keputusan krusial di tengah sorotan media. Driessen menganggap keputusan-keputusan yang diambil klub seringkali hanya didasarkan pada tren sesaat tanpa pertimbangan matang.
“Seringkali yang berkuasa hanyalah tren sesaat. Mungkin karena semua tekanan di sekitarnya, termasuk dari media, membuatmu mengambil keputusan seperti itu, tapi hasilnya tidak selalu baik. Di Ajax, mereka saat ini benar-benar menjadi yang terdepan dalam mengambil keputusan yang tidak membuahkan hasil,” pungkasnya.
Pengaruh pada Persaingan Eredivisie
Keterpurukan Ajax berdampak langsung pada peta persaingan papan atas Eredivisie. Sebagai salah satu klub dengan sejarah paling sukses di Belanda, kegagalan mereka bersaing di zona Liga Champions tidak hanya merugikan secara finansial akibat hilangnya potensi pendapatan dari kompetisi Eropa, tetapi juga menurunkan daya tarik klub bagi pemain-pemain bintang di bursa transfer mendatang.





