SOROTJATIM.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) sedang melakukan pemeriksaan menyeluruh terkait kejadian keracunan yang menimpa 72 siswa di Jakarta Timur. Peristiwa ini terjadi setelah para siswa mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Pondok Kelapa. BGN telah mengambil sampel makanan dari dapur SPPG untuk dianalisis di laboratorium.
>“Setiap ada kejadian seperti ini, kita selalu memeriksa spesimen makanan melalui laboratorium,” ujar Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang. Ia menjelaskan bahwa hasil uji laboratorium belum keluar, sehingga penyebab pasti masih dalam proses penelitian.
Kondisi Siswa Mulai Membaik
Nanik S Deyang juga mengunjungi para siswa yang dirawat di rumah sakit. Ia menyampaikan bahwa kondisi kesehatan para siswa secara umum mulai membaik. Beberapa di antaranya bahkan sudah bisa pulang ke rumah.
“Sudah mulai membaik dan sebagian besar sudah keluar dari rumah sakit hari ini,” jelasnya. Ia berharap siswa-siswa lainnya dapat segera pulang dalam waktu dekat.
Penanganan Medis yang Dilakukan
Para siswa yang terkena keracunan berasal dari empat sekolah berbeda, yaitu SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07. Mereka dirawat di tiga rumah sakit berbeda, termasuk RSKD Duren Sawit, RSKD Pondok Kopi, dan Rumah Sakit Harum.
Nanik menjelaskan bahwa jumlah siswa yang masih menjalani perawatan berkurang. “Hari ini hanya tersisa sekitar 50 orang,” katanya. Meski demikian, ia tetap memantau perkembangan kesehatan para siswa hingga mereka sepenuhnya pulih.
Proses Investigasi yang Sedang Berlangsung
BGN menegaskan bahwa investigasi terhadap penyebab keracunan masih berlangsung. Wakil Kepala BGN mengatakan bahwa tim akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap SPPG Pondok Kelapa.
“Kita akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk melibatkan Kepala SPPG, Korwil, dan Kareg,” ujarnya. Ia juga menyatakan bahwa keputusan tentang tindakan lebih lanjut akan diambil setelah hasil investigasi lengkap diperoleh.
Tindakan Pencegahan yang Diperlukan
Selain investigasi, BGN juga menekankan pentingnya mematuhi standar keamanan pangan dalam penyediaan makanan bergizi gratis. Sebelumnya, BGN sempat menolak izin operasional SPPG di Cakung Timur karena ditemukan kondisi yang tidak memenuhi syarat.
“Kami mengingatkan mitra-dapur MBG agar tidak main-main dengan aturan yang ada,” kata Nanik. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan.





