SOROTJATIM.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta telah mengerahkan ribuan personelnya di berbagai titik untuk mengantisipasi tawuran selama bulan Ramadan. Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menjelaskan bahwa sebanyak 1.900 personel mobile dan siaga dikerahkan guna memantau ketertiban umum. Khususnya selama Ramadan, pihaknya akan menambah kekuatan personel untuk melakukan pengawasan terhadap kawasan yang rawan tawuran.
Menurut Satriadi, data dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menunjukkan adanya 43 titik rawan tawuran di DKI Jakarta. Titik-titik tersebut akan menjadi fokus utama dalam antisipasi tawuran. Namun, ia menegaskan bahwa Satpol PP tidak akan lengah dalam mengawasi lokasi lain, karena lokasi rawan tawuran bisa saja bergeser akibat sifatnya yang insidentil.
>Satriadi menyatakan bahwa Satpol PP akan bekerja sama dengan Kepolisian dan TNI untuk memastikan kawasan yang menjadi titik rawan dapat dilakukan antisipasi dini sebelum terjadi tawuran. Upaya penanganan tawuran tidak hanya terbatas pada pengawasan dan penindakan saat kejadian, tetapi juga melalui edukasi dan pendekatan terhadap masyarakat agar bisa mendukung pencegahan tawuran remaja di lingkungan sekitar.
Selain tawuran, Satpol PP juga akan meningkatkan pengawasan terhadap peredaran minuman keras. Jajaran Satpol PP akan melakukan sweeping untuk memastikan tidak ada peredaran minuman keras ilegal. Namun, Satriadi mengatakan bahwa jadwal sweeping tidak dapat dipublikasikan karena jika diketahui oleh pelaku, maka tindakan tidak akan efektif.
Penertiban Trotoar Selama Ramadan
Selain tawuran dan miras, Satpol PP juga akan melakukan penertiban trotoar di 18 lokasi yang tersebar di lima wilayah kota dalam waktu dekat. Satriadi menjelaskan bahwa penertiban ini bertujuan untuk mengantisipasi okupasi lahan trotoar oleh pedagang yang memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan hingga mengganggu ketertiban umum.
Ia menyampaikan bahwa telah menerima arahan dari Wakil Gubernur DKI, Rano Karno, untuk mengantisipasi okupasi trotoar selama Ramadan. Selain itu, jajarannya juga diminta untuk tetap tegas menjaga ketertiban dengan mengedepankan pendekatan humanis.
“Sesuai arahan Pak Wagub, bahwa momentum Ramadan ini kan juga bisa bermanfaat buat masyarakat. Nah, memang nanti bicaranya bahwa untuk trotoar yang pedagang takjil-takjil itu kita akan tata,” ujar Satriadi.
Menurutnya, upaya penertiban ini bukan berarti melarang pelaku UMKM memanfaatkan momentum Ramadan. Namun lebih ditujukan untuk mengatur mereka agar tidak mengganggu fungsi trotoar. Penertiban tidak hanya menyasar pelaku UMKM di area trotoar, tetapi juga UMKM yang berjualan di badan jalan.
Pendekatan Humanis dalam Penertiban
Satriadi menekankan bahwa pendekatan humanis akan menjadi prioritas dalam penertiban. Pihaknya ingin memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan tidak hanya efektif, tetapi juga ramah terhadap masyarakat. Dengan demikian, penertiban dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi semua pihak.
Dalam rangka memperkuat koordinasi antara instansi terkait, Satpol PP juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI. Hal ini dilakukan agar dapat memastikan langkah-langkah preventif dapat dilakukan secara maksimal, sehingga potensi tawuran dapat diminimalkan.
Dengan kombinasi pengawasan, edukasi, dan pendekatan humanis, Satpol PP DKI Jakarta berkomitmen untuk menjaga ketertiban umum selama Ramadan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang harmonis dan aman bagi masyarakat Jakarta.





