Surabaya ( SorotJatim) – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PSI, Yuga Pratisabda Widyawasta, mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar terkait kondisi satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Ia meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan kondisi terkini KBS hanya berdasarkan foto-foto lama yang kembali viral di media sosial.
Menurut Yuga, kondisi satwa di KBS saat ini dalam keadaan baik dan mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya. Karena itu, ia menilai penyebaran kembali dokumentasi lama tanpa konteks yang jelas berpotensi menimbulkan disinformasi dan membentuk persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
“Satwa di KBS baik-baik saja dan terawat sebagaimana mestinya. Jangan sampai masyarakat mendapat informasi yang keliru hanya karena foto-foto lama kembali disebarkan,” ujar Yuga, Kamis (30/7/2026).
Ia menegaskan, salah satu indikator keberhasilan pengelolaan satwa di KBS adalah adanya kepercayaan dari lembaga konservasi internasional. Salah satunya, iZoo Shizuoka (Izu Zoo) Jepang yang mempercayakan sejumlah satwanya untuk dipelihara di KBS, termasuk panda merah.
“Kalau KBS tidak mampu merawat satwa dengan baik, tentu tidak mungkin iZoo Shizuoka (Izu Zoo), Jepang, mempercayakan sejumlah satwanya untuk dipelihara di Surabaya. Ini menjadi bukti bahwa kualitas perawatan satwa di KBS diakui dan dipercaya oleh lembaga konservasi internasional,” tegasnya.
Meski demikian, Yuga menekankan bahwa proses hukum terkait dugaan penyimpangan dalam pengadaan pakan satwa harus tetap berjalan secara transparan, profesional, dan tanpa intervensi dari pihak mana pun. Ia menilai penegakan hukum penting untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan anggaran, namun tidak dapat dijadikan dasar untuk menggeneralisasi bahwa seluruh tata kelola maupun perawatan satwa di KBS bermasalah.
“Proses hukum harus dihormati dan berjalan sesuai ketentuan. Namun, masyarakat juga perlu melihat persoalan ini secara objektif agar tidak muncul kesimpulan yang menyesatkan terkait kondisi satwa maupun pengelolaan KBS secara keseluruhan,” katanya.
Selain menyoroti isu perawatan satwa, Komisi B DPRD Surabaya juga memberikan perhatian terhadap proses pengisian jabatan Direktur Utama KBS yang saat ini memasuki tahapan seleksi.
Yuga berharap proses open recruitment dilaksanakan secara terbuka, objektif, dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para profesional yang memiliki kompetensi di bidang konservasi, manajemen, serta tata kelola perusahaan.
“Open recruitment harus dibuka seluas-luasnya agar KBS mendapatkan sosok direktur utama yang profesional, berintegritas, memiliki visi yang kuat, dan mampu membawa KBS semakin maju sebagai lembaga konservasi sekaligus destinasi wisata kebanggaan Kota Surabaya,” pungkasnya.






