DIAGRAMKOTA.COM – Kapal pesiar MV Hondius kini menjadi pusat perhatian setelah ditemukan kasus infeksi virus hantavirus. Sejumlah penumpang dan awak kapal mengalami kondisi kritis, sehingga memicu evakuasi segera. Dalam situasi ini, banyak pihak mulai mempertanyakan bagaimana virus tersebut bisa menyebar dan apa risiko bagi masyarakat luas.
Penumpang yang Dievakuasi dan Kondisi Mereka
Dua penumpang dalam kondisi serius telah dievakuasi dari kapal pesiar tersebut dan tiba di Belanda untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, satu penumpang lainnya dalam kondisi stabil tetapi masih menunggu penerbangan evakuasi yang tertunda. Ketiga penumpang yang dievakuasi berasal dari Inggris, Belanda, dan Jerman. Diketahui bahwa salah satu dari mereka memiliki hubungan dekat dengan seorang wanita Jerman yang meninggal di kapal pada 2 Mei.
Sejak kapal berlayar dari Argentina sebulan lalu, total tiga orang telah meninggal. Tiga orang ini terdiri dari seorang wanita Belanda, seorang pria Belanda, dan seorang wanita Jerman. Meski demikian, hanya dua dari tiga kematian yang dikonfirmasi sebagai akibat dari virus hantavirus.
Pemantauan di Beberapa Negara
Beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Swiss juga sedang memantau beberapa penumpang yang telah kembali ke negara masing-masing. Di AS, dua warga negara dari Georgia dan satu dari Arizona sedang dipantau karena potensi paparan virus, meskipun saat ini tidak menunjukkan gejala apa pun. Di Swiss, seorang pria yang telah pulang ke rumah juga dinyatakan positif terinfeksi hantavirus dan sedang menjalani perawatan di Zurich.
WHO juga menyampaikan bahwa satu pasien yang kembali ke Swiss telah dites positif. Menurut Dr Maria Van Kerkhove, pejabat WHO, proses tracing kontak sedang dilakukan terhadap semua orang yang mungkin terpapar virus tersebut.
Penyebaran Virus Hantavirus
Virus hantavirus biasanya menyebar melalui tikus, namun dalam kasus ini, para ahli percaya bahwa virus dapat menular antar manusia melalui kontak fisik langsung. Ini membuat situasi lebih menantang karena penyebarannya tidak seperti flu atau virus corona yang menyebar secara kasual.
Di dalam kapal, sebanyak 146 orang dari 23 negara masih berada di dalam kapal dan menjalani langkah-langkah pencegahan ketat. WHO mencatat ada delapan kasus hantavirus, termasuk tiga yang sudah dikonfirmasi dan lima yang diduga. Tes sedang dilakukan untuk memastikan apakah ada penumpang lain yang terinfeksi.
Persiapan Evakuasi ke Canary Islands
Setelah berlabuh selama tiga hari di dekat Cape Verde, kapal pesiar MV Hondius kini bergerak menuju Kepulauan Canary, Spanyol. Namun, presiden Kepulauan Canary, Fernando Clavijo, menolak rencana masuknya kapal tersebut, karena kurangnya informasi teknis yang diberikan. Ia menegaskan bahwa keputusan ini bukan berdasarkan kriteria teknis, tetapi karena kekhawatiran akan risiko kesehatan.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Spanyol, Mónica García, menyatakan bahwa semua penumpang akan menjalani pemeriksaan medis ketika tiba di Tenerife. Jika layak, mereka akan dipulangkan ke negara asalnya. Warga Spanyol akan dikarantina di rumah sakit militer di Madrid.
Peran Media dan Publikasi Informasi
Media dan pengguna media sosial seperti Ruhi Çenet, yang juga merupakan YouTuber, telah merekam pengumuman resmi dari kapal tentang status virus. Pengumuman tersebut menyatakan bahwa kapal tidak menular, meski ada kematian pertama yang terjadi.
Selain itu, beberapa media telah mengidentifikasi seorang pria Inggris bernama Martin Anstee sebagai salah satu penumpang yang dievakuasi. Meski belum diverifikasi oleh BBC, identifikasi ini menunjukkan bahwa isu ini semakin mendapat perhatian publik.
Kasus virus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menunjukkan betapa pentingnya pengawasan kesehatan di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar. Proses evakuasi dan pemantauan yang dilakukan oleh berbagai pihak menunjukkan upaya untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut. Meskipun risiko penyebaran ke masyarakat luas dianggap rendah, situasi ini tetap menjadi peringatan bagi industri pariwisata dan kesehatan global.***






