SOROTJATIM.COM – Kapal pesiar MV Hondius, yang sedang berlabuh di pelabuhan Praia, ibu kota Cape Verde, menghadapi situasi darurat setelah tiga penumpang meninggal dunia dan sejumlah lainnya terinfeksi virus hantavirus. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan otoritas kesehatan dan masyarakat internasional.
Penyebab Infeksi Masih Dalam Pemeriksaan
Menurut laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga saat ini hanya satu kasus infeksi hantavirus yang telah dikonfirmasi secara laboratorium, sementara lima lainnya masih dalam proses pemeriksaan. Virus hantavirus dapat menyebabkan penyakit paru-paru yang berat dan seringkali mematikan, dikenal sebagai hantavirus pulmonary syndrome (HPS).
Virus ini biasanya menyebar melalui kontak langsung dengan kotoran atau air liur tikus. Namun, salah satu jenis virus hantavirus, yaitu Andes virus, memiliki kemampuan untuk menular antar manusia, meskipun hal ini sangat jarang terjadi. Andes virus lebih umum ditemukan di Chili dan Argentina, tempat kapal MV Hondius berasal.
Perjalanan Kapal dan Situasi di Atas Kapal
MV Hondius, yang dioperasikan oleh perusahaan Oceanwide Expeditions, meninggalkan Ushuaia, Argentina sekitar tujuh minggu lalu. Kapal tersebut melakukan perhentian di Antartika dan Saint Helena sebelum akhirnya berlabuh di Praia. Kapal ini memiliki 170 penumpang dan 71 awak, termasuk satu dokter.
Saat ini, penumpang tidak diperbolehkan untuk turun dari kapal. Namun, otoritas kesehatan lokal telah melakukan inspeksi dan menemukan dua awak yang menunjukkan gejala dan memerlukan perawatan medis mendesak. Oceanwide Expeditions menyatakan bahwa fokus utama mereka adalah menjaga kesehatan dan keselamatan penumpang serta awak.
Kondisi Korban dan Tindakan yang Diambil
Dari enam individu yang menunjukkan gejala, tiga di antaranya meninggal dunia. Salah satu korban adalah seorang pria berusia 70 tahun yang meninggal di kapal dan jenazahnya dibawa ke Saint Helena. Istri pria tersebut juga meninggal setelah mengalami kolaps di bandara Afrika Selatan saat mencoba pulang ke Belanda.
Dua korban lainnya adalah warga negara Belanda, yang dikonfirmasi oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri Belanda. Sementara itu, seorang warga Inggris yang sakit setelah kapal meninggalkan Saint Helena sedang dirawat di Johannesburg.
Tindakan Darurat dan Persiapan Evakuasi
Otoritas Belanda telah menyetujui evakuasi para penumpang yang sakit dan jenazah satu korban ke Belanda. WHO juga sedang memfasilitasi koordinasi antara negara-negara anggota dan operator kapal untuk evakuasi medis. Kementerian Luar Negeri Belanda menyatakan bahwa mereka sedang mengevaluasi kemungkinan evakuasi beberapa individu dari kapal.
Risiko Kesehatan dan Pengobatan
Virus hantavirus sangat berbahaya, dengan tingkat kematian sekitar 38% bagi mereka yang mengembangkan gejala pernapasan. Pasien dengan kondisi kesehatan yang lemah atau imun yang rendah memiliki risiko lebih tinggi. Tidak ada pengobatan spesifik untuk infeksi hantavirus, tetapi pengobatan simtomatik dan perawatan intensif bisa membantu pasien bertahan hidup.
Peristiwa ini menjadi peringatan akan pentingnya kebersihan dan pengawasan kesehatan di lingkungan kapal. Meski penyebab pasti infeksi masih dalam pemeriksaan, situasi ini menunjukkan betapa rentannya sistem kesehatan di kapal pesiar terhadap ancaman penyakit yang belum pernah terdokumentasi sebelumnya.






