Penyebaran Hantavirus di Indonesia: Angka dan Risiko yang Perlu Diperhatikan

SOROTJATIM.COM – Sejak tiga tahun terakhir, kasus hantavirus di Indonesia tercatat sebanyak 23 kasus. Dari jumlah tersebut, tiga orang meninggal dunia, sehingga menunjukkan tingkat kematian yang cukup tinggi. Angka ini menunjukkan bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus hantavirus memerlukan perhatian serius dari masyarakat dan pihak berwenang.

Angka Kasus Terkini dan Sebaran Wilayah

Pada tahun 2026, terdapat penambahan lima kasus baru. Sementara itu, kebanyakan pasien sudah dinyatakan sembuh. DKI Jakarta menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yaitu enam kasus. Berikut rincian sebaran wilayah:

  • Sumatera Barat: 1 kasus
  • Banten: 1 kasus
  • DKI Jakarta: 6 kasus
  • Jawa Barat: 5 kasus
  • Jawa Timur: 1 kasus
  • DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta): 6 kasus
  • NTT (Nusa Tenggara Timur): 1 kasus
  • Kalimantan Barat: 1 kasus
  • Sulawesi Utara: 1 kasus

Dari data ini, dapat disimpulkan bahwa wilayah-wilayah dengan populasi padat dan aktivitas ekonomi tinggi cenderung lebih rentan terhadap penyebaran penyakit ini.

Siapa yang Rentan Terinfeksi?

Menurut Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI, risiko tertular hantavirus sangat tinggi bagi mereka yang bekerja di lingkungan yang sering bersinggungan dengan tikus. Beberapa kelompok pekerja yang berisiko antara lain:

  • Petugas kebersihan
  • Petani
  • Pekerja konstruksi
  • Pengendali hama
  • Pembersih saluran pembuangan
  • Pekerja laboratorium yang menangani reservoir

Penularan virus ini bisa terjadi melalui beberapa cara, termasuk gigitan tikus, eksresi atau sekresi seperti air liur, urine, atau feses. Selain itu, aerosol dari debu yang terkontaminasi juga bisa menjadi media penularan.

Apakah Hantavirus Menular Antar Manusia?

Meski penularan melalui kontak langsung dengan tikus sangat umum, sampai saat ini belum ada laporan tentang penularan hantavirus antar manusia di Indonesia. Hal ini berbeda dengan kasus yang terjadi pada kapal pesiar MV Hondius, di mana jenis virus Andes menyebabkan wabah dan menunjukkan kemampuan untuk menular antar manusia.

Aji menegaskan bahwa hantavirus jenis Andes belum ditemukan di Indonesia. Penyakit ini hanya dikenal menyebar di kawasan Amerika Selatan.

Gejala yang Dialami Pasien

Pasien yang terinfeksi hantavirus biasanya mengeluhkan gejala seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, dan mual. Dalam beberapa kasus, gejala bisa berkembang menjadi lebih parah, terutama jika infeksi tidak segera ditangani.

Langkah Pencegahan yang Efektif

Untuk mencegah penyebaran hantavirus, penting bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama di area yang rawan tikus. Selain itu, penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker sangat disarankan bagi mereka yang bekerja di lingkungan berisiko tinggi.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *