SOROTJATIM.COM – BPJS Kesehatan terus berupaya memperkuat hubungan dengan peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui inisiatif yang lebih dekat dan langsung. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah program ‘BPJS Menyapa’, yang bertujuan untuk menyerap aspirasi, memberikan edukasi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya jaminan kesehatan nasional.
Program ini dilaksanakan di SMAN 8 Jakarta sebagai bagian dari kebijakan Quick Wins 100 hari Direksi BPJS Kesehatan Tahun 2026. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan setiap masukan dari peserta tidak hanya dicatat, tetapi juga ditindaklanjuti secara cepat dan solutif.
Pendekatan Langsung untuk Pemahaman yang Lebih Baik
Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, menjelaskan bahwa ‘BPJS Menyapa’ dirancang untuk memperkuat kehadiran BPJS Kesehatan di tengah masyarakat melalui interaksi langsung.
“Melalui ‘BPJS Menyapa’, kami ingin memastikan setiap masukan dan pengaduan peserta tidak berhenti di pencatatan, tetapi langsung ditindaklanjuti secara cepat dan solutif. Kami hadir untuk mendengar sekaligus menyelesaikan,” ujar Abdi dalam keterangan tertulis.
Pendekatan ini memungkinkan BPJS Kesehatan untuk memahami kondisi riil di lapangan, sehingga respons yang diberikan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi peserta.
Menjangkau Generasi Muda Sejak Dini
Salah satu strategi BPJS Kesehatan adalah menghadirkan program ini di lingkungan sekolah, seperti SMAN 8 Jakarta. Hal ini dilakukan karena pelajar dinilai memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang dapat memengaruhi pemahaman keluarga dan lingkungan sekitarnya terhadap Program JKN.
“Kami ingin menanamkan pemahaman sejak dini bahwa Program JKN adalah tanggung jawab bersama. Generasi muda memiliki peran penting untuk ikut menjaga keberlangsungan program ini, dimulai dari lingkungan terdekat mereka,” tambah Abdi.
Peran Duta Muda dalam Penyebaran Informasi
Untuk meningkatkan literasi kesehatan, BPJS Kesehatan melibatkan Duta Muda BPJS Kesehatan sebagai ujung tombak penyebaran informasi JKN di lingkungan sekolah.
Kehadiran mereka diharapkan dapat membantu siswa memahami JKN dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami. Duta Muda ini menjadi perantara yang bisa menyampaikan informasi secara efektif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Tanggapan Positif dari Sekolah
Wakil Kepala SMA Negeri 8 Jakarta Bidang Sarana dan Prasarana, Gatot Handoko, menyambut baik pelaksanaan ‘BPJS Menyapa’. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan siswa di luar kurikulum, tetapi juga membentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab generasi muda terhadap program kesehatan nasional.
“Kami memiliki sebutan kepada para murid sebagai generasi emas. Harapannya dengan adanya sebutan ini bisa menjadi doa para siswa kami menjadi generasi emas sehingga bisa membantu mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045,” pungkasnya.
Pentingnya Edukasi Kesehatan untuk Masa Depan
Edukasi kesehatan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada masyarakat secara keseluruhan. Dengan memahami pentingnya JKN, generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang mendorong kesadaran akan kesehatan dan perlindungan sosial.
Program seperti ‘BPJS Menyapa’ menjadi bukti komitmen BPJS Kesehatan dalam membangun kemitraan yang kuat dengan peserta, khususnya generasi muda yang akan menjadi tulang punggung bangsa di masa depan.***






