Kritik Terhadap Keputusan Manchester United dalam Menjual Scott McTominay

SOROTJATIM.COM – Keputusan Manchester United untuk melepas gelandang Scott McTominay pada tahun 2024 menuai kritikan tajam dari berbagai pihak, termasuk para legenda sepak bola. Salah satu yang menyampaikan kritik adalah Marco Materazzi, legenda tim nasional Italia, yang menganggap transfer McTominay ke Napoli seharga 30 juta euro sebagai kesalahan besar dalam manajemen klub di era modern.

Materazzi menilai bahwa nilai pasar McTominay seharusnya mencapai antara 60 hingga 70 juta euro, mengingat performanya yang luar biasa selama bermain di Old Trafford. Ia juga menyebut bahwa penjualan pemain ini tidak sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh McTominay. Mantan pemain Manchester United, Gary Pallister, juga memberikan komentar serupa, menilai bahwa klub keliru membiarkan McTominay pergi dengan harga 26 juta poundsterling (sekitar 30 juta euro) di tahun 2024.

Performa McTominay yang Mengesankan Setelah Pergi dari Manchester United

Setelah kepindahannya ke Napoli, Scott McTominay langsung menunjukkan performa yang sangat impresif. Ia menjadi salah satu pemain kunci tim dan berhasil membawa Il Partenopei meraih gelar Serie A di musim perdananya. Prestasinya yang menonjol juga membawanya meraih penghargaan Pemain Terbaik Serie A serta nominasi Penghargaan Ballon d’Or, berkat kontribusi besar dalam serangan dan dominasinya di lini tengah.

McTominay mencatatkan rekor terbaik dalam kariernya saat masih di Manchester United dengan 10 gol dari 43 pertandingan. Setahun kemudian, bersama Napoli, ia berhasil mencetak 13 gol hanya dalam 36 pertandingan. Di Napoli, ia juga mencetak 12 gol di Serie A dan membantu tim memenangkan gelar liga keempat dalam sejarah mereka.

Perbedaan Gaya Bermain Antara McTominay dan Bruno Fernandes

Pallister menekankan ikatan emosional kuat McTominay dengan Manchester United, mengingat ia meniti karier dari akademi klub. Menurut mantan bek Inggris itu, gelandang berusia 29 tahun tersebut masih sangat menyayangi Manchester United dan berpotensi mempertimbangkan untuk kembali jika ada kesempatan di masa mendatang.

Namun, Pallister juga menyoroti perbedaan gaya bermain antara McTominay dan Bruno Fernandes. Ia berpendapat bahwa menggunakan McTominay sebagai gelandang serang dengan gaya Bruno adalah sebuah kesalahan taktis. “Ini soal perbedaan gaya bermain. McTominay selalu punya bakat mencetak gol, seperti yang telah ia buktikan di Skotlandia dan Napoli. Tapi dia bukan tipe pemain seperti Bruno Fernandes; dia tidak memiliki visi umpan seperti itu. Kekuatannya adalah kemampuan mencetak gol, dan di Manchester United, dia kemungkinan besar tidak akan digunakan sebagai pemain nomor 10 seperti Bruno,” jelasnya.

Penilaian Tentang Dukungan yang Diberikan Oleh Manchester United

Meski demikian, McTominay sendiri membantah anggapan bahwa seorang pemain baru bisa bersinar setelah meninggalkan Old Trafford. Pemain internasional Skotlandia itu menganggap teori tersebut sebagai alasan yang terlalu mudah dan kurang tepat. Ia menegaskan, Manchester United telah memberikan dukungan penuh dalam berbagai aspek, mulai dari taktik, pelatihan, hingga nutrisi.

Contoh Pemain Lain yang Sukses Setelah Tinggalkan Manchester United

Beberapa pemain lain juga menunjukkan peningkatan karier signifikan setelah meninggalkan Manchester United. Romelu Lukaku, contohnya, mencetak 23 gol dalam 36 pertandingan untuk Inter Milan setelah hanya 28 gol dalam 66 laga di Old Trafford. Angel Di Maria juga sukses besar di PSG, menjadi pencetak assist terbanyak sepanjang masa klub dengan 112 assist dan 92 gol dalam 295 penampilan setelah musim sulit di Manchester United.

Saat ini, Rasmus Hojlund juga menunjukkan perkembangan pesat di Napoli sebagai pemain pinjaman, sementara peminjaman Marcus Rashford ke Barcelona memberinya kesempatan baru untuk mengembangkan diri. Meskipun demikian, McTominay tetap bersikeras bahwa fasilitas dan dukungan di Manchester United sudah memadai untuk kesuksesan seorang pemain.

Peran McTominay dalam Timnas Skotlandia

Di level tim nasional, McTominay terus memainkan peran penting dalam strategi Skotlandia untuk Piala Dunia 2026. Ia diharapkan menjadi salah satu pemain kunci ketika tim tersebut berpartisipasi dalam turnamen musim panas ini.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *