SOROTJATIM.COM – Sejumlah besar mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya kembali turun ke jalan dalam aksi demonstrasi yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi, Rabu (17/6). Aksi ini tidak hanya melibatkan BEM Universitas Airlangga (Unair), tetapi juga Aliansi BEM Surabaya (ABS) yang menyatakan dukungan penuh terhadap tuntutan masyarakat.
Dalam keterangannya, Nasrawi Ibnu Dahlan, Koordinator Umum ABS, menjelaskan bahwa massa aksi akan berkumpul di beberapa titik sebelum bergerak menuju lokasi utama. Salah satu titik kumpul adalah di kawasan Kebun Binatang Surabaya (KBS), sementara yang lain berasal dari PDM Muhammadiyah Surabaya.
“Massa aksi diperkirakan mulai bergerak menuju titik kumpul sekitar pukul 13.00 WIB hingga 14.00 WIB. Saat ini, para mahasiswa masih berkumpul di kampus masing-masing,” ujarnya.
Aksi ini merupakan bentuk keberpihakan mahasiswa terhadap isu-isu penting yang dialami rakyat, seperti ekonomi, demokrasi, lingkungan, dan hak asasi manusia (HAM). Nasrawi menegaskan bahwa mahasiswa tidak bisa diam ketika kondisi masyarakat semakin sulit.
Tujuh Tuntutan Utama Mahasiswa Surabaya
ABS mengajukan tujuh tuntutan utama dalam aksi tersebut:
- Menuntut pemerintah segera menurunkan harga BBM demi menstabilkan harga bahan pokok dan meringankan beban ekonomi rakyat kecil.
- Mendesak pemerintah mengambil langkah taktis untuk menyelamatkan nilai tukar Rupiah yang kian merosot, serta menuntut pencopotan menteri atau pejabat inkompeten.
- Mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset, menolak bangkitnya militerisme dan dwifungsi aparat, serta menuntut pencabutan UU TNI dan UU Polri.
- Menolak eksploitasi lingkungan berkedok Proyek Strategis Nasional (PSN), khususnya SWL Surabaya. Negara juga dituntut menghormati dan melindungi hak atas tanah adat masyarakat Papua.
- Mendesak pemerintah pusat dan daerah segera memulihkan ekosistem yang rusak akibat eksploitasi yang dinilai menghancurkan komoditas lokal dan mematikan mata pencaharian petani.
- Mengecam segala bentuk pelanggaran HAM dan segala upaya pembungkaman terhadap masyarakat sipil.
- Menuntut evaluasi total terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta meminta pemerintah membangun sistem mitigasi yang jelas dan transparan.
Dukungan dari Berbagai Kalangan
Aksi ini juga mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintah dan media. Beberapa pengamat menilai bahwa tuntutan mahasiswa mencerminkan kepedulian terhadap isu-isu sosial yang sangat relevan dengan situasi saat ini.
Dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan, aksi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Surabaya tetap aktif dalam menyuarakan aspirasi rakyat. Selain itu, mereka juga menunjukkan kepedulian terhadap masa depan bangsa, terutama dalam hal ekonomi, lingkungan, dan keadilan sosial.
Demo mahasiswa Surabaya hari ini tidak hanya sekadar aksi protes, tetapi juga representasi dari keberpihakan terhadap kepentingan rakyat. Dengan tujuh tuntutan yang disampaikan, ABS menunjukkan komitmennya untuk menjaga cita-cita reformasi dan memastikan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.***



