PDI Perjuangan Jawa Timur Kekuatan Politik yang Berakar pada Nilai Kebangsaan

SOROTJATIM.COM – PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar acara halalbihalal dalam rangka memperkuat hubungan antara partai dan masyarakat. Acara ini dihadiri oleh para tokoh, pengurus partai, serta kepala daerah. Dalam sambutannya, Said Abdullah, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, menekankan pentingnya menjaga poros kebangsaan antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Nahdlatul Ulama (NU). Ia menilai bahwa perpaduan antara dua kekuatan ini adalah fondasi kuat bagi masyarakat Jawa Timur.

Perspektif Sosial yang Menyatukan Berbagai Kelompok

Said Abdullah menyatakan bahwa konsep “ijo-abang” sebagai perpaduan antara santri dan abangan kini semakin melebur. Ia menilai bahwa warga NU dan basis nasionalis PDIP memiliki kesamaan dalam menghadapi tantangan sosial-ekonomi seperti kemiskinan, kurangnya akses pendidikan, serta kesulitan mendapatkan pekerjaan layak. Ia menegaskan bahwa meskipun ada perbedaan dalam pandangan keagamaan, nasib sosial-ekonomi kedua kelompok ini serupa.

Pentingnya Keberagaman dalam Membangun Bangsa

Dalam pidatonya, Said Abdullah menekankan bahwa perbedaan antara santri dan abangan hanya sehelai bulu, tetapi tujuan bersama untuk kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas. Ia menilai bahwa tugas politik PDI Perjuangan adalah memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada seluruh rakyat Jawa Timur, termasuk warga NU. Hal ini menunjukkan komitmen partai untuk membangun keharmonisan antar kelompok masyarakat.

Konsolidasi Partai sebagai Fondasi Politik

Acara halalbihalal juga menjadi momen penting dalam konsolidasi partai. Said Abdullah menegaskan bahwa konferensi daerah dan konferensi cabang PDIP Jawa Timur bertujuan untuk menguatkan solidaritas dan konsolidasi partai. Ia menilai bahwa PDIP tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan sebagai satu organisasi yang terhubung dan saling mendukung.

Hubungan dengan NU: Titik Temu Ideologis

PDI Perjuangan dan NU memiliki titik temu ideologis yang kuat, terutama pada nilai Islam wasathiyah yang moderat, adil, seimbang, dan toleran. Said Abdullah menegaskan bahwa hubungan antara kedua lembaga ini bukan sekadar politik, melainkan juga berakar pada persaudaraan dan kepedulian terhadap kepentingan rakyat. Ia menilai bahwa kerja sama ini akan membantu memperkuat posisi PDIP dalam politik Jawa Timur.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Dalam konteks politik yang semakin dinamis, Said Abdullah menyoroti pentingnya menjaga soliditas partai. Ia menilai bahwa PDIP harus siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk efek dari figur besar seperti Presiden Joko Widodo. Namun, ia optimistis bahwa kader-kader PDIP akan mampu meraih hasil positif dalam pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah.

Pemuda sebagai Fokus Utama

Said Abdullah juga menekankan pentingnya perhatian terhadap generasi muda, khususnya Gen Z dan Alpha. Ia menilai bahwa mereka merupakan bagian penting dari masa depan bangsa dan harus diberdayakan melalui program strategis yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan demikian, PDIP Jawa Timur berkomitmen untuk membangun partai yang lebih besar dan lebih kuat.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *