SOROTJATIM.COM – Kritik terhadap kebijakan dan struktur lembaga anti-korupsi Malaysia, Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC), semakin menguat. MCA Youth, sayap pemuda Partai Cina Malaysia, menyerukan adanya pengawasan yang lebih ketat dan perekrutan kepala MACC yang independen. Hal ini dilakukan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem anti-korupsi negara.
MCA Youth menyatakan bahwa investigasi harus dipimpin oleh individu yang memiliki integritas, pengalaman hukum, dan kemampuan untuk bekerja secara objektif. Menurut mereka, kegagalan dalam menjaga akuntabilitas di tingkat kepemimpinan dapat merusak fondasi kerangka anti-korupsi negara.
Pemilihan Kepala MACC Harus Lebih Transparan
Salah satu tuntutan utama dari MCA Youth adalah perubahan cara pemilihan kepala MACC. Mereka menilai bahwa posisi tersebut tidak boleh ditentukan hanya oleh Perdana Menteri, tetapi harus melalui proses yang melibatkan parlemen. Dengan demikian, akan ada mekanisme pengawasan yang lebih efektif dan mencegah campur tangan politik.
Selain itu, MCA Youth menyarankan adanya laporan berkala untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. Proses ini diperlukan agar tidak ada pelanggaran kekuasaan atau intervensi dari pihak eksekutif.
MCA Youth Dukung Aksi Demonstrasi Bersih
MCA Youth juga menyatakan dukungan penuh terhadap aksi demonstrasi yang direncanakan oleh Sekretariat Tangkap Azam Baki. Aksi ini akan digelar pada 25 April di Dataran Merdeka. Komite MCA Youth berencana mengirimkan perwakilannya untuk ikut serta dalam aksi tersebut.
Dalam pernyataannya, MCA Youth menyebut bahwa tuntutan aksi demonstrasi, seperti pembentukan Komisi Raja dan penyelidikan terhadap kepemilikan saham Tan Sri Azam Baki, sejalan dengan pandangan mereka selama ini. Mereka menekankan bahwa kekhawatiran publik saat ini tidak hanya terkait kasus individu, tetapi juga tentang keterbukaan, keadilan, dan independensi institusi.
Kehilangan Kepercayaan Terhadap Sistem Anti-Korupsi
Pernyataan MCA Youth menyoroti penurunan kepercayaan masyarakat terhadap sistem anti-korupsi. Faktor-faktor seperti kurangnya transparansi dalam proses penyelidikan, ketiadaan pembaruan perkembangan setelah pembentukan komite khusus, dan ketidakmampuan pemerintah memberikan penjelasan jelas telah mengurangi kepercayaan publik.
Menurut mereka, pemerintah harus memenuhi komitmennya untuk melakukan reformasi institusi. Tujuannya adalah memastikan bahwa lembaga anti-korupsi benar-benar independen, transparan, dan bertanggung jawab kepada parlemen, bukan hanya kepada pihak eksekutif.
Tantangan dan Peluang untuk Reformasi
Reformasi MACC bukanlah hal yang mudah. Namun, langkah-langkah progresif seperti perekrutan kepala yang independen dan pengawasan parlemen bisa menjadi awal yang baik. Dengan adanya partisipasi aktif dari organisasi seperti MCA Youth, harapan untuk membangun sistem anti-korupsi yang lebih kuat dan adil bisa tercapai.***





