Alif Iman Waluyo Apresiasi Walikota Surabaya Sidak Proyek, Kontraktor Diminta Tak Abai

Sekretaris Komisi C DPRD Surabaya Alif Iman Waluyo.

SURABAYA (SorotJatim) — Sekretaris Komisi C DPRD Kota Surabaya, Alif Iman Waluyo, mengapresiasi langkah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang turun langsung memantau pengerjaan proyek jalan dan drainase di sejumlah wilayah.

Menurut Alif, langkah tersebut penting untuk memastikan proyek fisik yang dikerjakan kontraktor berjalan sesuai target sekaligus tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Apresiasi itu disampaikan Alif menyusul inspeksi mendadak (sidak) Eri Cahyadi di kawasan Kedungmangu Timur dan Tenggumung Wetan pada Rabu (26/8/2026). Dalam sidak tersebut, ditemukan persoalan pengerjaan pengaspalan jalan yang terlambat serta pekerjaan gorong-gorong atau drainase yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Seperti ada laporan warga via hotline Eri Cahyadi soal kondisi jalan di Tenggumung Wetan yang bergelombang dan langsung dicek sama wali kota. Ini sangat kita apresiasi,” ujar Alif Iman Waluyo di Surabaya, Jumat (28/8/2026).

Legislator Gerindra Surabaya itu menilai, kehadiran langsung wali kota di lapangan seharusnya menjadi evaluasi sekaligus peringatan bagi kontraktor agar lebih serius menjalankan pekerjaan.

Alif menegaskan, kontraktor tidak boleh mengabaikan kewajibannya untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan sesuai standar. Terlebih jika pengawas maupun pelaksana proyek sudah berulang kali mendapatkan teguran tetapi tidak segera melakukan perbaikan.

“Adanya pengawas kontraktor yang tidak becus atau tidak kompeten, sudah diberikan peringatan sampai empat atau lima kali, tapi tidak ada aksi. Itu merupakan suatu pecutan,” tegasnya.

Menurut Alif, kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan pengawasan di lapangan. Ia menilai kontraktor harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan yang dikerjakan, bukan hanya mengejar penyelesaian proyek.

“Pak wali kota sendiri turun, itu bagian dari kurang pedulinya kontraktor terhadap pengerjaannya,” katanya.

Alif menyebut, secara umum kondisi pengaspalan jalan di Surabaya sudah cukup baik. Namun, persoalan di lapangan tetap harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi masalah yang merugikan masyarakat.

Karena itu, ia berharap kontraktor memiliki inisiatif memperbaiki pekerjaan tanpa harus menunggu adanya laporan warga melalui kanal pengaduan wali kota.

“Harapan kita jangan sampai masuk ke hotline Pak Wali terlebih dahulu baru disidak oleh Pak Wali,” ujarnya.

Alif juga mengingatkan bahwa pekerjaan proyek yang tidak segera diselesaikan dapat menimbulkan berbagai dampak. Permukaan jalan yang belum rapi, misalnya, berpotensi membahayakan pengguna kendaraan. Sementara pekerjaan konstruksi yang tidak tertata juga dapat menimbulkan debu dan mengganggu aktivitas warga.

Ia meminta kontraktor maupun pengawas proyek lebih peka terhadap kondisi di sekitar lokasi pekerjaan. Setiap potensi gangguan maupun bahaya harus segera diantisipasi sebelum menimbulkan korban.

“Kesadaran dari pekerjaan kontraktor untuk segera menyelesaikan dan tidak memberikan efek negatif kepada masyarakat, khususnya yang terdampak seperti kecelakaan ataupun menghasilkan debu, jangan sampai ada yang terjadi seperti itu baru ditindaklanjuti,” pungkasnya.(Sila) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *