Pimpinan DPRD Sentil Kawasan Rungkut Industri Sepi Bendera Merah Putih: Nasionalisme Jangan Hanya Seremonial

Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni.

SURABAYA ( SorotJatim) – Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ternyata belum terasa di sejumlah kawasan industri Kota Surabaya. Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni menyoroti minimnya pemasangan bendera Merah Putih dan umbul-umbul di kawasan pabrik dan pergudangan Rungkut Industri.

Fathoni mempertanyakan kondisi tersebut melalui unggahan media sosialnya. Ia menilai kawasan industri yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi Surabaya semestinya tidak luput dari semangat memperingati kemerdekaan.

“Kenapa kawasan pabrik dan gudang di Rungkut Industri ini sepi bendera dan umbul-umbul merah putih?” tulis Arif Fathoni.Sabtu 15 Agustus 2026

Menurutnya, persoalan tersebut bukan sekadar mengenai ada atau tidaknya atribut kemerdekaan. Minimnya bendera di kawasan industri patut menjadi bahan refleksi mengenai sejauh mana rasa memiliki terhadap bangsa masih tumbuh di tengah aktivitas ekonomi dan kepentingan bisnis.

Politisi Golkar ini mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah sesuatu yang diperoleh secara cuma-cuma. Proklamasi 17 Agustus 1945 lahir dari perjuangan panjang dan pengorbanan para pendahulu bangsa.

“Tugas kita sebagai generasi pewaris adalah merayakan bulan Agustus sebagai bulan kemerdekaan, bulan di mana dua anak bangsa dengan gagah berani memproklamirkan kemerdekaan setelah ratusan tahun dijajah bangsa asing,” ujarnya.

Fathoni bahkan mempertanyakan lebih jauh apakah rasa bangga sebagai bangsa Indonesia mulai terkikis oleh rutinitas dan kepentingan masing-masing.

“Apakah sudah hilang kebanggaan kita sebagai sebuah bangsa? Bangsa yang berdaulat,” tegasnya.

Kritik tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kawasan industri tidak boleh hanya dipandang sebagai ruang produksi, investasi dan aktivitas ekonomi. Di dalamnya juga terdapat perusahaan, pekerja dan pelaku usaha yang merupakan bagian dari masyarakat Indonesia.

Karena itu, menurut Fathoni, semangat kemerdekaan seharusnya hadir di seluruh ruang publik, termasuk kawasan pabrik dan pergudangan. Pemasangan Merah Putih menjadi simbol sederhana bahwa aktivitas ekonomi tetap berjalan beriringan dengan rasa kebangsaan.

Ia berharap para pengelola kawasan industri maupun perusahaan yang beroperasi di Rungkut turut menunjukkan kepedulian terhadap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Bagi Fathoni, kemeriahan Agustus bukan semata persoalan menghias lingkungan. Lebih dari itu, keberadaan Merah Putih menjadi simbol bahwa di tengah geliat industri dan kepentingan ekonomi, identitas serta kebanggaan sebagai bangsa Indonesia tidak boleh ikut memudar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *