Kepemimpinan Jaksa Agung yang Berorientasi Transformasi

SOROTJATIM.COM – Jaksa Agung ST Burhanuddin kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem penegakan hukum di Indonesia melalui pelantikan 14 pejabat eselon II dan kepala kejaksaan tinggi (kajati) baru. Pelantikan ini dilakukan dalam rangka memastikan bahwa seluruh jajaran Kejaksaan Agung dapat beradaptasi dengan perubahan yang semakin cepat, terutama di tengah tantangan digitalisasi dan era Revolusi Industri 5.0.

Dalam pidatonya, Jaksa Agung menyampaikan bahwa jabatan yang diberikan bukan hanya sekadar wewenang, tetapi juga tanggung jawab untuk membawa perubahan positif. Ia menekankan pentingnya pengambilan keputusan yang berbasis data dan fakta, serta mencegah penyebaran informasi palsu di media sosial. Hal ini menjadi salah satu prioritas utama dalam menjaga marwah institusi kejaksaan.

“Kejaksaan tidak boleh bekerja secara biasa-biasa saja atau business as usual. Harus berani melakukan inovasi yang melampaui batas, tetapi tetap berlandaskan pada hukum dan etika,” ujar Jaksa Agung.

Selain itu, ia juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap adanya pegawai aktif yang telah dijatuhi hukuman disiplin. Untuk itu, Jaksa Agung menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi bagi para penyintas hukuman disiplin dalam hal promosi jabatan struktural.

Peran Kejaksaan Tinggi sebagai Etalase Institusi

Kejaksaan Tinggi memiliki peran strategis sebagai representasi Kejaksaan Agung di tingkat daerah. Oleh karena itu, Jaksa Agung menekankan bahwa para pemimpin baru harus memiliki kemampuan manajerial yang andal serta mampu merespons isu-isu hukum secara cepat dan tepat.

“Pemimpin baru harus segera beradaptasi tanpa masa transisi yang panjang. Kejagung adalah penopang fungsi penegakan hukum melalui berbagai bidang yang saling berkaitan,” kata Jaksa Agung.

Ia juga menekankan bahwa setiap bidang memiliki dinamika dan karakteristik tersendiri. Kesalahan dalam memahami tugas dan fungsi dapat berdampak langsung pada kualitas penegakan hukum di Indonesia.

Pemimpin yang Bertanggung Jawab dan Berintegritas

Selain menekankan adaptasi dan inovasi, Jaksa Agung juga mengajak seluruh pejabat untuk memaknai amanah jabatan sebagai bentuk tanggung jawab. Ia menekankan bahwa kerja keras, kerja cerdas, dan kerja dari hati adalah kunci sukses dalam menjalankan tugas.

“Berikan yang terbaik, bukan karena tuntutan jabatan, tetapi sebagai wujud integritas dan kehormatan diri. Tunjukkan kinerja yang tidak hanya memenuhi target, tetapi meninggalkan jejak pengabdian yang bermakna,” pungkasnya.

Daftar Pejabat yang Dilantik

Berikut adalah daftar pejabat yang dilantik oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin:

  • Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum
  • Abdul Qohar sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur
  • Sugeng Riyanta sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara
  • Dwi Agus Arfianto sebagai Direktur D pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum
  • Didik Farkhan Alisyahdi sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus
  • Sila Haholongan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan
  • Riono Budisantoso sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung
  • Ardito Muwardi sebagai Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus
  • Hermon Dekristo sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Militer
  • Sutikno sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat
  • Harli Siregar sebagai Inspektur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan
  • I Dewa Gede Wirajana sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Riau
  • Muhibuddin sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara
  • Dedie Tri Hariyadi sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat
  • Rahmat R sebagai Direktur Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus
  • Zullikar Tanjung sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah
  • Siswanto sebagai Direktur B pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum
  • Teguh Subroto sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah
  • Sukarman Sumarinton sebagai Inspektur Keuangan III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan
  • Budi Hartawan Panjaitan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat
  • Riyono sebagai Inspektur Keuangan I pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan
  • Sumurung Pandapotan Simaremare sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo
  • Edi Handojo sebagai Direktur I pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen
  • Lila Agustina sebagai Kepala Pusat Kesehatan Yustisial
  • Suwandi sebagai Kepala Pusat Strategi Kebijakan Penegakan Hukum
  • Sunarwan sebagai Kepala Biro Perlengkapan pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan
  • Chatarina Muliana sebagai Kepala Pusat Manajemen Penelusuran dan Perampasan pada Badan Pemulihan Aset
  • Setiawan Budi Cahyono sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bali
  • Abdullah Noer Deny sebagai Direktur IV pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen
  • Saiful Bahri Siregar sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *